Usai Videonya Viral, Ini Pernyataan Pengacara Korban Asusila Oknum Guru Ngaji

  • Share

Laporan: Niken Rimala

JOURNALNEWS //- Video live streaming di akun sosial media milik “Toni RM” pengacara korban asusila oknum guru ngaji, yang cekcok dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu, Tisna Prasetya, menuai reaksi dari beberapa Advokat serta Praktisi Hukum.

Ramai diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indramayu, Oman Sulaksana didampingi Eko Junanto Ketua LBH KAI Indramayu, Caripan dari Peradi Indramayu, serta Samsul Bahri Siregar yang merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Wiralodra, turut memberikan tanggapan terkait sikap Toni RM yang melakukan live streaming di akun sosial medianya saat berdebat dengan JPU.

Menanggapi hal tersebut, Toni RM ketika dihubungi melalui telepon aplikasi untuk dimintai tanggapan, pada Selasa (14/09/2021), pihaknya mengatakan akan membuat video klarifikasi yang nantinya disebar di sosial media, Toni juga mempersilahkan video tersebut dimuat di media berbadan hukum.

Namun, hingga Selasa malam, Toni RM masih belum mengunggah video klarifikasi di sosial media, namun justru memberi klarifikasi via pesan Grup Aplikasi.

Dalam pesan di Grup tersebut, Toni RM menuliskan bahwa ia tidak ingin menanggapi komentar dari Advokat lainnya karena merasa satu profesi.

“Gak ada Mas kalau untuk menanggapi komentar rekan- rekan Advokat. Saya lebih memilih tidak menanggapi karena mereka adalah rekan-rekan seprofesi saya,”

“Saya menghormati ke semua rekan- rekan Advokat. Selama ini juga tidak ada masalah dengan rekan- rekan Advokat yang mengomentari saya itu. Malah kalau saya menanggapi poin per poin malah nanti jadi meruncing, malah hubungan sesama profesi jadi kurang baik. Dilihat oleh masyarakat juga kurang bagus kalau saling menyalahkan sesama rekan seprofesi padahal tidak lagi ada permasalahan,”

Baca Juga  Sebanyak 221 KPM Warga Desa Muara Menerima Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT)

“Biarkan saja mau menyalahkan saya, mau saya dinilai melanggar Kode Etik Advokat, silakan saja. Saya tidak menanggapi. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sampai saat ini mendukung saya, mendoakan saya dimana saat ini saya sedang mengawal kasus agar pelaku persetubuhan anak yang telah merusak masa depan anak bisa dihukum berat,” tulis Toni.

Demikian pernyataan Toni RM disalah satu Grup Aplikasi, yang merupakan pernyataan resminya untuk dimuat di media massa.

Sementara saat dimintai tanggapannya terkait konferensi pers yang dilakukan oleh JPU Kejari Indramayu, ia mengaku masih mempertimbangkan untuk ditanggapi atau tidak.

“Lagi dipertimbangkan untuk ditanggapi atau tidak Mas,” balasnya.

  • Share