Tanggapan Ketua FKKC Kab.Cirebon,soal Kewajiban Hak Pilih dalam Kepemilikan kartu Vaksin di Pilwu Serentak 2021

  • Share

Cirebon //- Kepemilikan kartu vaksin sangat di harapkan oleh pemerintah daerah kabupaten cirebon,karena sebagai tanda bukti bahwa masyarakat sudah di vaksin atau sudah melakukan vaksin,ini salah satu program pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran covid-19 juga dalam hal memperkuat imun seseorang atau daya tahan tubuh.

Perihal target vaksinasi di kabupaten cirebon belum memenuhi target dari apa yang di inginkan pemerintah daerah kabupaten cirebon ,namun pemerintah kabupaten cirebon bersama forkopinda terus menhimbau dan berupaya agar program vaksinasi di kabupaten cirebon bisa memenuhi target.

Pemerintah kabupaten cirebon mengharapkan agar masyarakat di wilayah kabupaten citebon bisa sadar akan pentingnya vaksin,agar pencegahan penularan covid-19 ini bisa di kendalikan dan target vaksinisasi di kabupaten cirebon bisa tercapai.

Bahkan ada pemberitaan di media online yang bersumber dari kepala dinas DPMD kabupaten cirebon Erus Rusmana menyebutkan bahwa kartu vaksin akan di jadikan syarat wajib bagi masyarakat yang mempunyai hak pilih terhadap desa yang menyelenggarakan pilwu serentak 2021,ini yang menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat bawah yang SDM nya di bawah rata-rata bahkan masih awam.

Ketua FKKC kabupaten cirebon “Muali”yang juga kepala desa keraton mengatakan bahwa program vaksinasi tetap berjalan sampai terpenuhi target di kabupaten cirebon sehingga pencegahan penyebaran dan penularan covid 19 tersebut bisa terhenti itu sangat penting bagi setiap orang yang di vaksin namun kurang pas dan berlebihan apabila kartu vaksin di jadikan syarat wajib bagi hak pilih yang akan melakukan hak suaranya di desa yang menghadapi pilwu serentak 2021tersebut.ujar muali saat di konfirmasi di ruang kerjanya selasa 12/10/2021.

” Orang yang memiliki kartu vaksin atau yang sudah di vaksin itu sangat penting bagi dirinya sendiri tetapi tidak penting ketika kartu vaksin tersebut di jadikan sebagai syarat wajib bagi hak pilih untuk melakukan hak suaranya di pilwu serentak 2021 ,” tegasnya.

Baca Juga  Dengan semangat “Jangan Kendor” Prajurit Yonmarhnalan III laksanakan patroli PPKM di wilayah Jakarta.

Muali juga mengatakan bahwa di kabupaten cirebon ada 135 desa yang siap menyelenggarakan pilwu secara serentak 2021 tentu dalam hal ini pemerintah daerah melalui dinas DPMD kabupaten cirebon berharap pada masyarakat agar segera di vaksi supaya bisa memenuhi target,namun vaksinasi terhadap masyarakat jangan di paksakan karena dinamika di desa sangat klasik,karena vaksin ini telah menjadi hak masyarakat maka dari itu vaksinasi terhadap vaksinasi tidak perlu untuk di paksa.

“Terkait peryataan kepala dinas DPMD Erus Rusmana terkait kartu vaksin yang di wajibkan saat untuk memberikan suara di TPS itu bagus tetapi perlu di ingat bahwa banyak masyarakat di desa yang belum sadar untuk melakukan vaksin maka dari itu masyarakat di desa tidak perlu di paksa untuk memiliki kartu vaksi untuk kepentingan pilwu serentak 2021 kususnya di kabupaten cirebon,”ujarnya.

Kami selaku ketua FKKC kabupaten cirebon mengharapkan agar penyelenggaraan pilwu serentak di 2021 ini bisa berjalan sukses tanpa ekses,dan kami menghimbau kepada pemerintah daerah agar selalu menggandeng majelis ulama dan toko agama dalam memenuhi target vaksinasi di kabupaten cirebon bisa terpenuhi,karena kultur masyarakat di desa yaitu masyarakat agamis,dan juga TNI-POLRI yang selama ini bekerja keras demi menyukseskan program vaksinasi yang di gaungkan serta di terapkan oleh pemerintah daerah,”harapnya ketua FKKC

Laporan: Sana

  • Share