PROJO Kabupaten Cirebon Bersama Himpas (Himpunan Para Pedagang Pasar) Minta Tuntutannya Dikabulkan.

  • Share

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2007 tentang pengelolaan Pasar Desa. Pengertian Pasar Desa adalah sebuah pasar tradisional yang berkedudukan di Desa dan dikelola serta dikembangkan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa adapun tujuan utama dari pembentukan pasar Desa adalah memberikan perlindungan terhadap pedagang kecil dan mendudukan masyarakat Desa sebagai pelaku ekonomi di Desa.

Namun lain halnya yang terjadi di Pasar Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, Pasar Desa seolah-olah adalah milik Pemerintah Desa ataupun Kuwu Desa Jungjang dan Pengembang Pasar karena segala sesuatu keluhan para pedagang mengenai permasalahan harga sewa los, kios dan lemprakan yang sangat mahal berkisar yakni dari yang paling mahal 400 jutaan s/d 16 jutaan untuk ukuran lemprakan yang kurang lebih ukuran Cuma 1,5 M2.

Pemerintah Desa Jungjang seolah-olah tidak bisa berbicara ketika pedagang mengadu terkait permasalahan harga, mereka tidak kuasa untuk menuruti PT. DUMIB, untuk penetapan harga terserah mereka. Selasa 9/11/2021

Dzolim. mungkin kata yang pas untuk Pemdes Jungjang dan PT DUMIB, karena sampai saat ini pedagang seakan-akan dibenturkan dengan Aparat Kepolisian dan TNI yang berjag-ajaga disekitar pasar jungjang dengan jumlah mungkin mencapai ratusan personil. “Ucap salah satu OrMas (Organisasi Masyarakat) Projo kabupaten Cirebon yang akrab di sapa Edi hunter.

Kedzoliman Pengembang dengan memungut uang pedagang dengan dalih Booking Fee, padahal dalam perjanjiang Kerjasama antara pemdes jungjang dan PT Dumib berbunyi segala pembiayaan terkait pembangunan pasar desa jungjang ditanggung oleh Arif direktur PT Dumib. “Sambungnya

Pedagang pun lapor terkait booking fee tersebut kepihak kepolisian dengan dugaan pungutan liar, apa mau dikata kasus tersebut sampai sekarang belum jelas muaranya seperti apa,

Baca Juga  Anggota Quick Respons Samapta CIKO melaksanakan giat Patroli Cipali DEKAT BERSAHABAT

Apalagi melihat tingkah KETUA DPRD Kabupaten Cirebon yang seakan-akan membela kepentingan pedagang tetapi ujung-ujungnya sama. Tidak mampu membela kepentingan para pedagang kecil.

Ada lagi seorang anggota DPRD yang dengan gagah melaporkan oknum yang mencemarkan nama dirinya dan institusi DPRD Kabupaten Cirebon dengan dugaan penyuapan tetapi apa terjadi pelaporan tersebut entah ujungnya hilang kemana.

Ditambah kejadian yang terakhir ada oknum dari LPM Desa Jungjang yang dengan berani melakukan penggembokan pasar desa jungjang, walaupun tidak ada surat tugas untuk melakukan hal tersebut dan di duga disuruh oleh KAPOLSEK,

Hebat bener Kapolsek sampai TUPOKSINYA adalah menyuruh gembok pasar seperti tupoksi KEPALA PASAR SAJA. Maka dari itu Kami DEWAN PIMPINAN CABANG PROJO KABUPATEN CIREBON menuntut :

  1. Pemerintah Desa Jungjang dan Pemerintah Kabupaten Cirebon segera melakukan upaya untuk melakukan musyawarah penetapan harga sewa Ios, kios dan klemprakan sehingga terjadi kesepakatan yang terbaik bukan cenderung membela kepentingan PT DUMIB selaku Pengembang yang ditunjuk PEMDES JUNGJANG.
  2. Meminta kepolisian untuk usut tuntas pelaporan yang dilakukan oleh Pedagang terkat pungutan liar dengan dalih booking fee.
  3. Meminta kepolisian memproses Direktur PT Dumib karena ada dugaan tindak
    pidana penipuan dan penggelapan dengan dalih booking fee.
  4. Ganti PT DUMIB sebagai pengembang pasar karena kami menilai PT DUMIB tidak professional dan proporsional dalam tupoksinya sebagai pengembang.
  5. Turunkan Luthfi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.
  6. Usut Tuntas BAHRUN dan KAPOLSEK terkait pernyataannya bahrun yang disuruh oleh KAPOLSEK untuk melakukan penggembokan dan woro-woro di Pasar Desa Jungjang, karena hal tersebut bukan TUPOKSI dari Kepolisian.

Diam dalam kedzolimanas adalah bentuk dari kemunafikan, maka dari itu tidak ada kata lagi selain LAWAN
“Tutupnya

Baca Juga  Gelar Silaturahmi Kamtibmas, Kapolres Subang Sambangi Jamaah Majelis Taklim Masjid Al-Furqon Mayangan

Laporan teem

  • Share