Ny. Angela TH . Gusbager :” Diharapkan Keberadaan 45 Kader JMD Dapat Menurunkan Kasus Kematian Dan Kesakitan Malaria

  • Share

KEEROM – (PAPUA)-//
Ketua Penggerak PKK Kabupaten Keerom, Ny Angela T. H Gusbager, ST menutup secara resmi kegiatan pelatihan Kader Malaria Desa tahun 2021, yang berlangsung selama 4 hari pada tanggal 14-17 September, yang dilaksanakan oleh Perdhaki bekerjasama dengan Pemkab Keerom, pada Jumat (17/09/21) bertempat di Hotel Grand Arso, Arso II.

Dalam sambutannya, Ny Angela T. H. Gusbager ST, mengatakan dari 10 program pokok PKK salah satunya adalah bidang kesehatan,dari Kegiatan ini, saya yakin kader kader Malaria yang telah mengikuti pelatihan selama beberapa hari ini tentunya memiliki banyak pengetahuan tentang bagaimana mengatasi malaria yang sering menyerang manusia kapan saja.

” Berbicara malaria itu penting karena malaria juga mematikan.Upaya pencegahan pemberantasan malaria ini harus di lakukan mulai dari tingkat kampung, sebab kalau masyarakat hidup sehat dan perilakunya baik, maka itu juga mempercepat proses eliminasi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, Malaria ini dapat menyerang setiap hari, dan telah menjadi ancaman bagi pertumbuhan manusia, sehingga keberadaan 45 kader yang di bagi dalam 10 kelompok dalam pelayanannya kepada masyarakat di Kampung Wambes Distrik Mannem ini bisa dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria.

” Kegiatan Kader Malaria di Kampung Wambes Distrik Mannem itu sendiri berupa, pemeriksaan malaria kepada masyarakat yang merupakan kegiatan bagimana mengatasi penyakit malaria yang setiap saat dapat menyerang manusia, ” ungkap Ketua TP PKK Keerom.

Dikesempatan yang sama, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Hendrik Dimara, S.Km, M. Kes, di sela sela pendampingannya kepada para Kader Malaria di Kampung Wambes, mengatakan, Kami memberi apresiasi kepada Perdhaki Dekenat Keerom yang sudah berupaya untuk melakukan terobosan- terobosan dalam penanggulangan malaria di Kabupaten Keerom.

Baca Juga  Unit Samapta Polsek Gunung Jati Polres Cirebon Kota Patroli Mobile dan Patroli Dialogis

” Harapan kami adalah para kader ini bekerja semaksimal mungkin karena kita punya angka abdi di Kabupaten Keerom tahun 2021 masih tinggi, sehingga kita harus menekan atau menurunkan angka ini, kita menargetkan pada tahun 2024 kita sudah bisa eliminasi malaria dari Kabupaten Keerom,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Perhaki yang juga penanggung jawab yang di percayakan oleh Perdhaki Keuskupan Jayapura Ricky Dwi Kurniawan mengatakan, kami berharap kader kader yang di latih dapat membantu peran serta teman teman dari dinas kesehatan di mana dalam hal ini, puskesmas untuk membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian yang di sebabkan oleh Malaria.

” Diketahui, sampai dengan saat ini, update data terbaru 75% angka kesakitan dan kematian akibat malaria itu berasal dari wilayah timur terlebih khusus untuk kita di Papua, dan Kabupaten Keerom, sendiri masih berada di urutan 5 besar.
Kami berharap dengan di latihnya 45 kader ini dan sebelumnya sudah ada 216 kader dan total keseluruhannya 261 kader ini, bisa dapat membantu teman teman dari Dinas Kesehatan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria di Kabupaten Keerom,” tutupnya (amrizul)

  • Share