Nakalnya Para Koruptor, BUMN Harus Dibersihkan

  • Share

JOURNALNEWS – Pengamat kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengatakan, langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk memberantas oknum nakal di BUMN harus diapresiasi. Karena peran BUMN pada dasarnya untuk kesejahteraan rakyat sehingga harus bersih dari para koruptor.

“Langkah ini (pembersihan BUMN dari korupsi) sesuai dengan jàrgon BUMN Akhlak,” ujar Jerry Massie kepada Harian Terbit, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya, selain membersihkan praktek mafia yang ada di BUMN maka perlu juga memilih orang yang tepat duduk di perusahaan plat merah tersebut. Selain itu, Erick Thohir juga harus mampu mengembalikan BUMN yang telah dibeli asing. Oleh karena itu jika perlu dilakukan buy back terhadap sejumlah BUMN yang telah beralih status.

“Paling utama jangan gadaikan BUMN ke asing dan juga manajemen keuangan dan SDM perlu di perkuat,” tegasnya.

Dia memaparkan, saat ini Erick Thohir harus mencari terobosan agar utang Garuda Rp70 triĺiun dan utang PLN Rp6.500 triliun perlu dikembalikan. Oleh karena itu tindakan Erick Thohir tersebut jangan menjadi bualan atau pepesan kosong belaka.

“Jadi bagi saya omong kosong mau atau pepesan kosong jika ada direksi BUMN yang mantan koruptor. Erick harus merubah rangkap jabatan di BUMN, ini sangat naif dan rancu. Pentingnya rumus open minded, out of the box and good and clean,” tandasnya.

Dipertanyakan

Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Junisab Akbar justru mempertanyakan apakah apa benar Menteri BUMN Erick Thohir hendak membersihkan BUMN dari para koruptor. Patut dipertanyakan karena apa ukurannya Menteri BUMN Erick Thohir hendak membersihkan BUMN dari para koruptor

“Jika benar mau membersihkan maka harus ada ukuran yang bisa dipercaya. Selain itu juga harusnya hanya satu model untuk pembersihan BUMN dari para koruptor,” paparnya.

Junisab mengaku masih ragu atas upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk membersihkan BUMN dari para koruptor. Karena hingga saat ini Erick Thohir belum juga menunjukkan surat bahwa dia meminta Inspektorat untuk melakukan audit terkait BUMN yang disasar atau diduga sarang direksi melakukan korupsi. Karena untuk membersihkan BUMN maka harus ada permintaan untuk melakukan audit.

“Kalau itu bisa dilakukan Erick Tohir maka kita bisa percaya bahwa Erick Thohir sepenuh hati dan bisa menjadi model untuk membersihkan BUMN dari para koruptor,” tandasnya.

Dia menilai, jika Erick Thohir tidak melakukan permintaan audit atau minimal audit tertentu atau audit investigatif maka masyarakat percaya Erick benar – benar hendak bersih – bersih di lingkungan BUMN. Tapi ketika Erick Thohir tidak bisa menunjukan surat maka Indonesia Audit Watch tidak percaya Erick Thohir akan melakukan upaya bersih-bersih.

Selain itu, sambung Junisab, jika Erick Thohir hendak memeriksa dan menyingkirkan koruptor maka di kementeriannya harus ada Inspektorat yang mumpuni. Selama ini peranan Inspektorat tidak ada apa-apanya terhadap adanya dugaan penyimpangan. Selain tidak mumpuni, Inspektorat juga tidak mempunyai personil yang kuat.

“Harusnya temuan awal (adanya dugaan penyimpangan) itu di Inspektorat tapi selama ini ada tidak inspektoratnya BUMN. Jadi dapat dari mana Erick Thohir menyatakan ada korupsi di BUMN, kalau tidak dideteksi oleh Inspektorat. Yang bisa dan mampu mendeteksi adanya korupsi ya Inspektorat, itu peruntukan Undang-undangnya. Jadi inspektorat itu auditor internal,” paparnya.( Red )

  • Share