Menu

Mode Gelap
Webinar P3S dengan tema “Rizal Ramli Capres Potensial Pilihan Rakyat” via Zoom Meeting yang Atlet Wadokai Kabupaten Keerom Raih Juara III Umum Wadokai Day Karate Open Tournament 2022 Sulsel Kades Ciherang, gelar pengajian untuk warganya, Pesawat AMA Jenis PK-RCQ, Menggalami Kecelakaan Di Distrik Senggi, Kab. Keerom Himbau Kamtibmas Bhabinkamtibmas Kesambi Polsek Kesambi Polres Ciko Sambangi warga

Peristiwa · 15 Jun 2022 09:48 WIB ·

Miris, Warga Mau Melahirkan Oknum Perawat Puskesmas Menolak


 Miris, Warga Mau Melahirkan Oknum Perawat Puskesmas Menolak Perbesar

Lampung Utara,
journalnews.id- Wansori SH ketua komisi empat sekaligus ketua partai demokrat kunjungi rumah pasien yang ingin melahirkan dan yang di tolak oknum perawat yang sedang piket di puskesmas tatakarya kecamatan abung surakarta kec,abung surakarta.selasa 14.06.2022.

Pasal nya pada minggu malam senin sekira pukul 21.00 wib yoga suami dari nyoya risma wati 22 th yang ingin melahirkan anak kedua memangil bidan desa yang ada di desa surakarta menurut bidan desa jikalau inggin di bawa kepuskes mas tatakarya ini masih bisa keburu, sesampai nya di puskesmas tatakarya di oleh dua perawat di rujuk kerumah sakit handayani ataupun kerumah sakit lain, alasan nya di puskes peralatan nya kurang lengkap lalu yoga melihat pasangan nya merintih kesakitan mengambil kesimpulan untuk membawa nya ke klinik asiva, sesampai nya di mobil pik”up atau losbak risma mengatakan dia sudah gak kuat lagi,lalu dibawa nya kedalam puskes tatakarya,setelah dilihat oleh perawat”gak pak ini masih lama di bawa ke rumah sakit handayani aja masih bisa ujar perawat.

Lanjut yoga”membawa risma untuk pindah ke klinik Asifa namun sebelum sampai di klinik risma sudah melahirkan di mobil yang ia tumpangi tampa ada di dampingi oleh perawat
Saat di kompirmasi wansori SH ketua komisi empat “saya dalam bentuk kepedulian, turun langsung ke bawah di karnakan saya membaca beberapa berita bahwasan nya ada penolakan pasien yang ingin melahirkan, yang di lakukan oleh oknum puskesmas tatakarya saya membaca berita itu seolah olah pemerintah daerah tidak hadir di tengah tengah masyarakat,tapi saya juga sebagai wakil rakyat tidak boleh juga sepihak agar semua nya di perbaiki dan di benahi ini juga jangan sampai terulang kembali, mereka juga pihak puskesmas harus melakukan klarifikasi kepada pasien,mereka juga kan ada undang-undang nakes,ada undang undang praktek suster no 29 tahun 2004 bagaimana meningkatkan mutu pelayanan,bagai mana perlindungan pasien,karna di setiap puskesmas itu ada dokter praktek nya ada penangung jawab nya,nah inilah nanti yang akan kita tuntut kedepan ,sejauh ini saya akan mempelajari,bagaimana sebenarnya yang terjadi, dan kesiapan puskesmas dalam hal menangani warga dan masyarakat seperti ini,karna mereka tidak bisa menjastis atau asal merujuk mereka tidak bisa mereka harus meyelamatkan nyawa masyarakat dulu,mereka harus memberikan pertolongan dulu,jadi saya dateng kesini saya ikut prihatin atas kejadian tersebut,dan saya berharap ini jangan sampai terulang kedua kali tidak ada kesiapan dari pihak puskesmas setempat,artinya pemerintah harus memperbaiki dalam hal pelayanan,

“Lanjut wansori,SH saya mendapatkan kabar dari aplikasi whatsapp dari laporan masyarakat bahwa di puskes tatakarya ada penolakan pasien yang sedang melahirkan,sejauh ini saya tidak bisa sepihak,saya juga akan kompirmasi kepihak puskesmas sejauh mana tindakan mereka ,propesional nya mereka,kesiapan nya mereka dalam hal pelayanan penanggulangan pertama karna ini meyangkut nyawa seseorang meyelamatkan hidup atau mati nya seseorang,setiap orang melahirkan pasti meyelamatkan nyawa,di sini akan kita tuntut pihak puskesmas agar dapat memperbaiki pelayanan mereka jangan mereka menggampangkan hal hal yang seperti ini, imes nya tidak baik yang jadi korban nanti nya pelayanan tidak baik, maka nanti saya akan kompirmasi kepada semua pihak untuk meyelesaikan persoalan ini inti nya saya tidak mau hal seperti ini terulang kembali.

Harapan untuk kedepan baik untuk pihak puskesmas dan dinas kesehatan untuk senantiasa atau mengevaluasi, karena mereka melihat pasien tidak ada BPJS pasien tidak ada kartu jangan itu dulukan di dalam undang undang nakes undang undang kedokteran itu yang di utamakan pelayanan terlebih dahulu yang harus mereka tidak lanjuti masalah nanti kalau pasien tidak ada kartu tidak bisa bayar kitakan ada pemerintah ada penangung jawab nya ada pak camat,lurah,masak pak lurah nya tidak bertangung jawab kepada warga nya masak pemerintah membiarkan masyarakat nya terlantar,berobat tidak ada uang kan hal yang gak mungkin,artinya kita teruntuk kepada pihak puskesmas,kepada pihak yang terkait dalam hal pelayanan kesehatan,selamatkan dulu nyawa pasien

“dan kami akan melakukan pemangilan kepada pihak puskesmas di DPRD kabupaten lampung utara dan kami akan melakukan uji petik bagaimana peristiwa yang sebenar nya tutup wansori,.SH.
(BAMBANG, JN)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sesosok Mayat Ditemukan Terapung di Sungai Rowokembu

28 June 2022 - 09:43 WIB

Polres Ciko laksanakan penyelidikan. Terkait warga yang meninggal akibat miras oplosan

11 June 2022 - 11:47 WIB

Bus Setia Negara Tabrak Tiang Listrik Depan Pasar Wiradesa Pekalongan, Diduga Mengantuk

10 June 2022 - 19:08 WIB

Polsek Pujut Lakukan Pengamanan, Olah TKP Dan Evakuasi Korban Lakalantas di Desa Kawo

6 June 2022 - 07:19 WIB

Viral Vidio Tong Setan, Bazar Wahana keluar Trek, Penonton Jadi Korban

6 June 2022 - 06:28 WIB

Gudang Konveksi Di Desa Pesanggrahan Wonokerto Terbakar

5 June 2022 - 10:29 WIB

Trending di Peristiwa