Miris.!!! Program Teaching Factory SMK Al-Munawaroh terindikasi Eksploitasi Anak

  • Share

SUBANG//- Pada saat situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 dan semua pelaksana pendidikan dilaksanakan secara daring atau online, SMK Almunawaroh Kecamatan Sukasari justru melaksanakan kegiatan belajar tatap muka.

Berdasarkan investagasi yang dilakukan Non Government Organization (NGO PCW) bahwa Program Teaching Factory di SMK Al Munawaroh Kec. Sukasari yang bekerjasama dengan PT. Kinenta Indonesia banyak sekali terjadi Pelanggaran.

Supriyanto atau yang dikenal dengan sapaan Kang Iyan selaku Sekretaris Non Government Organization Pantura Corruption Watch menjelaskan ada beberapa temuan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak SMK Al-Munawaroh.

“Pelanggaran-pelanggaran yang kita temukan yaitu, pertama dimasa pandemi saat sekarang ini SMK Al Munawaroh tetap mewajibkan siswa masuk sekolah, dan tetap melaksanakan program Teaching Factory di karenakan mengejar target pekerjaan dari Perusahaan PT. Kinenta Indonesia, kedua yaitu program Teaching Factory yang hanya mewajibkan praktek 3 Jam dalam sehari dan 12 Jam dalam satu minggu, tapi dalam pelaksanaannya anak murid diwajibkan praktek dari jam 7 pagi sampai pukul 16.00 WIB. Layaknya pekerja di sebuah pabrik Perusahaan, untuk mengerjakan bahan dari perusahaan sesuai target,” Jelas Iyan saat ditemui awak media dikediamannya, Kamis, (29/7/2021).

Sementara itu informasi yang diterima NGO PCW dan awak media bahwa perusahaan memberikan upah kepada siswa dalam satu bulan sebesar Rp. 450.000., tapi di potong oleh pihak SMK Almunawaroh sebesar Rp. 400.000 dengan alasan untuk pembayaran SPP.

“Kita semua tahu bahwa untuk pembayaran SPP sudah dicover oleh dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), dan Pertanyaannya kemana uang sebesar Rp. 400.000 per siswa tersebut. Sementara program Teaching Factory sudah berjalan kurang lebih 5 Tahun,” ungkap Iyan

Pada hari Rabu, 28 Juli 2021 NGO PCW yang dipimpin langsung H. Hermansyah, SH selaku Ketua NGO PCW melakukan sidak di SMK Al Munawaro dan mendapatkan mobil Perusahaan PT. Kinenta Indonesia dengan Nomor Polisi B 9753 YO sedang mengambil atau mengangkut hasil pekerjaan siswa berupa Kabel-kabel yang dimasukkan didalam box.

“Kita dapatkan informasi dari pengawas yang di tugaskan Perusahaan PT. Kinenta Indonesia di sekolah SMK Al Munawaroh bahwa setiap hari mobil PT. Kinenta Indonesia mengangkut hasil pekerjaan dari siswa yang mengikuti program Teaching Factory sekaligus mengantar bahan yang akan dikerjakankan hari berikutnya. Mobil angkutan tersebut datang pada sore hari sekitar pukul. 16.00 WIB setiap harinya,” lanjut Iyan

Terkait masalah tersebut, NGO PCW menyimpulkan bahwa ada indikasi terjadinya eksplotasi anak atau mempekerjakan anak dibawah umur yang dilakukan SMK Al Munawaroh dan PT. Kinenta Indonesia.

“Berdasarkan pelanggaran yang kami uraikan tersebut, kami menyimpulkan bahwa ada indikasi terjadinya eksplotasi anak atau mempekerjakan anak dibawah umur yang dilakukan SMK Al Munawaroh dan PT. Kinenta Indonesia dengan berkedok Program Teaching Factory dan kami juga telah melakukan koordinasi dengan KPAI Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk menindaklanjuti temuan tersebut karena sudah jelas dan meyakinkan telah terjadi pelanggaran hukum dibalik program Teaching Factory,” pungkasnya. (Red)

  • Share