Menteri PDTT RI :Keerom telah dahulu memulai transparansi Penyerahan Dana Desa

  • Share

Keerom (Papua)-//
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP dan Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, M.Si menerima kunjungan Kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Dr. (HC). Drs. H.Abdul Halim Iskandar M.Pd dan rombongan di Desa Mandiri Kampung Yuwanain, Arso II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Jumat (10/09/21) sore, bertempat di Balai Kampung Yuwanain.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Keerom, Trisiswanda Indra, SPT, M.Si, Wakapolres Keerom, Kompol Nurbakti, Kadis PMK Keerom, Arbin Siagian, Kadis Nakertrans, Julito Parera, Kepala Bappeda Keerom, Yohannes Apaseray, Kadistrik Arso, Laurens Borotian, Para Kepala Kampung se-Kabupaten Keerom dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatannya, Menteri PDTT RI, Abdul Halim Iskandar mengutarakan bahwa untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, Presiden Jokowi telah menyediakan anggaran yang cukup besar, tapi kenapa sampai saat ini masalah kemiskinanbelum terselesaikan.

” Jawabannya ada di masalah data dan juga transparansi, maka saya meminta seluruh Kepala-Kepala Kampung untuk menjasi agen perunahan dalam hal ttansparansi dengan memiliki data yang Valid tentunya di Kampung masing-masing, ” jelas Menteri PDTT RI.

Menteri PDTT, Abdul Halim Iskandar mengaku senang karena Kabupaten Keerom telah dahulu memulai transparansi dalam penyerahan Dana Desa kepada seluruh Kampung-Kampung yang ada.Maka ia meminta kepada seluruh Kepala Kampung untuk mendisplay APBK Kampung secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP mengakui bahwa untuk Transparansi Dana Desa pihaknya telah memulainya. Sejauh ini, era Pemerintahan Piter Gusbager, Wahfir Kosasih pertama kalinya Kabupaten Keerom menyerahkan DD secara terbuka dan disaksikan langsung oleh masyarakat.

” Ini adalah salah satu poin penting dimana agar penyaluran dan penggunaan DD bisa tepat sasaran. Para Kepala Kampung yang ada diharapkan bisa menjadi agen perubahan dan ujung tombak guna mengentaskan kemiskinan di kampungnya masing-masing,” pungkasnya.

Baca Juga  Diharapkan bia cukai batam untuk segera menindak pelaku penyeludup barang-barang ilegal di tanjung ruau setiap malam.

Lanjut Bupati Piter Gusbager mengatakan kenapa Validasi data itu penting, sebab anggaran bisa turun berdasarkan data yang ada. Untuk mengentaskan kemiskimam sesuai SDGs, telah dikucurkan dana sebesar 1milyar lebih untuk 89 kamping dalam rangka
pemutakhiran data.

” Bupati Piter Gusbager juga mengingatkan bahwa Baliditas data menjadi syarat utama untuk mengentaskan kemiskinan, maka ia meminta para kepala kampung untuk berperan penuh dan mendukung transparansi dan validasi data di kampung masing-masing,” tutupnya.

Pada kegiatan tersebut, Menteri PDTT RI, Abdul Halim Iskandar melakukan tatap muka dengan Kepala Kampung se-Kabupaten Keerom.(amrizul)

  • Share