Kericuhan Warnai Audiensi Pemdes Anggasari Dengan Masyarakat

  • Share

SUBANG, Journalnews – Masyarakat Desa Anggasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang, berbondong – bondong mendatangi kantor Kepala Desa untuk mengikuti audiensi. Kamis (11/11/2021).

Audiensi tersebut guna mempertanyakan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran.

Dalam audiensi tersebut sempat terjadi kericuhan dan hampir terjadi adu Jotos. Beruntung berkat dari kesigapan pihak tim kemanan dari jajaran Polsek Pamanukan, kericuhan dalam audiensi tersebut tak berlanjut.

“Duduk, Duduk semua.!! Ini mau audiens atau mau ribut.? Kalau mau audiens silahkan yang tertib, kalau tidak kami sebagai tim pengamanan akan menghentikan audiensi ini,” tegas Aipda Ahmad Syakur

Kericuhan tersebut berawal dari ketidakpuasan warga terhadap penjelasan Sukendi sebagai Kades Anggasari.

Salah seorang warga bernama Sudarna yang juga merupakan lawan politik saat Pilkades 2019 lalu, tidak puas dengan pernyataan Kades, menyebut

“Kades Otaknya Tak dipake di Kepala Melainkan di Dengkul,” ucap Sudarma Mantan Kades Desa Anggasari.

Mendengar pernyataan Sudarma, Kades Sukendi tak terima dan langsung emosi dengan suara keras mendekati Sudarma. Beruntungnya hal tersebut cepat di lerai oleh aparat kepolisian Polsek Pamanukan sehingga tak sempat terjadi adu jotos.

Dalam kericuhan tersebut, kedua belah pihak terjadi aksi adu mulut bahkan kades dan pendukungnya sempat melontarkan kata-kata tentang kebobrokan Sudarma selama memimpin desa Anggasari.

“Jangan sok suci, selama ini kami diam dan tidak buka suara.!!! Hey Sudarma kamu juga sama bokbroknya, kamu kemanakan aset-aset negara.?” Bentak salah satu warga pendukung kades

Setelah suasana kondusif, dalam audiensinya dengan warga, Sukendi Kades Anggasari mengelak telah melakukan penyalahgunaan anggaran.

“Saya sudah menyalurkan BLT DD COVID-19 sesuai prosedur kepada yang berhak,” ucapnya.

Terkait Mobil Siaga Desa yang diduga warga di jual oleh Kades, Sukendi membantah dengan tegas

Baca Juga  Hingga Saat Ini Tim Sar Belum Menemukan Titik Terang Dalam Pencarian Korban Tenggelam Di Sungai Tarum Timur

“Mobil siaga desa itu aset desa bukan milik saya pribadi, saya tak pernah menjualnya, hanya saja mobil Siaga Desa, ada dibengkel sedang diperbaiki karena mengalami kerusakan yang cukup parah,” tegasnya

Mengenai proyek pengadaan air bersih di RT 09 di Dusun Langgensari, Sukendi juga membantah dan tak tahu menahu soal proyek pengadaan air bersih

“Proyek pengadaan air bersih itu proyek PUPR dengan penunjukan langsung kepada pemborong atau Pelaksana proyek, tidak melalui pemerintah desa Anggasari,” ucapnya

Jika belum jelas terkait masalah proyek pengadaan air bersih, warga silahkan datang ke Dinas PUPR tanyakan langsung berapa besar anggaran, pemegang proyeknya siapa?. Karena pihak desa tak bisa menjawab terkait proyek tersebut, karena itu proyek Dinas PUPR,” lanjutnya

Setelah audiensi selesai, kades Sukendi memohon maaf kepada warga atas perilakunya ketika terpancing emosi saat audiensi

“Saya atas nama pribadi dan warga Anggasari memohon maaf atas kericuhan yang terjadi tadi. Kericuhan terjadi karena terpancing emosi ada kata-kata yang kurang pantas dan tak mengenakan diutarakan warga” pungkasnya.

Gilang Nugraha

  • Share