Menu

Mode Gelap
PTBA Turut Sukseskan Pemilihan Bujang Gadis Serasan 2022 Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani Menghadiri Sekaligus Membuka Kegiatan Tasyakuran Milad ‘Aisyiyah Ke 105 Mendengar Keluhan Warga Wabup Cirebon Bergegas Turun Ke Lapangan Berikan Bantuan Kursi Roda Dan Sembako. Bupati Lahat Buka Rapat Paripurna DPRD DPD Pemuda Saireri Keerom Siap Gelar Rakerda Untuk Rumuskan Program Kerja

Sumsel · 8 Jul 2021 18:53 WIB ·

Kejati Sumsel Melakukan Penyelidikkan Terkait Mega Proyek Pembangunan Masjid Raya” Pangil Sejumlah saksi Tersangka Baru


 Kejati Sumsel Melakukan Penyelidikkan Terkait Mega Proyek Pembangunan Masjid Raya” Pangil Sejumlah saksi Tersangka Baru Perbesar


PALEMBANG//–Kejati Sumsel terus melakukan penyidikan terkait Mega proyek Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang sempat mangkrak dalam pembangunan dan pihak Kejati Sumsel telah menetapkan 6 tersangka termasuk mantan sekda Pemprov Sumsel Mukti Sulaiman, beliau pernah mencalonkan diri Bupati Lahat pada tahun 2008,

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) membidik tersangka baru kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang. Sebelumnya berkas perkara empat tersangka yang telah ditetapkan telah rampung dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang.

“Upaya membidik tersangka baru dalam sepekan terakhir, intensif dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi seperti sekretaris dewan dan anggota DPRD Sumsel,” kata Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman, Rabu (07/Juli/2021).

Menurut dia, pemeriksaan saksi-saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya Palembang hingga saat ini terus berlanjut, sementara berkas empat tersangka yang ditetapkan sebelumnya, yakni Eddy Hermanto, Dwi Kridayani, Syarifudin, dan Yudi Arminto terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tahun 2015-2017 telah rampung.

Hari ini tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel kembali memanggil Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan Basyeban dan anggota DPRD Sumsel Chairul S Matdiah yang kala itu sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel periode 2014-2019,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Sekwan Ramadhan Basyeban diperiksa dan dimintai keterangan untuk tersangka Mukti Sulaiman (mantan Sekda Sumsel) serta Ahmad Nasuhi (mantan Kabiro Kesra Pemprov Sumsel)

Dalam APBD induk Sumsel Tahun 2015, APBD Perubahan tidak ada penambahan dana hibah. Adanya penambahan dana pembangunan masjid itu pada APBD 2017,” ujar Ramadhan.

Mengenai ada dana lain selain dana hibah sebesar Rp 130 miliar, Ramadhan mengaku tidak tahu.

“Saya hanya tahu dana yang dianggarkan di DPRD Sumsel. Mengenai ada dana bantuan lain atau sumbangan pihak ketiga atau segala macam, itu di luar pengetahuan saya,” ujar Ramadhan.

Laporan: fr.As

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Lahat Buka Rapat Paripurna DPRD

20 May 2022 - 19:36 WIB

Pemkab Lahat Adakan Pengecekan di Perusahaan Petani Sawit

17 May 2022 - 15:43 WIB

HUT Kabupaten Lahat Ke 153 Perayaan ke XXIV, Bupati Cik Ujang Buka Exspo Pembangunan 2022

14 May 2022 - 17:43 WIB

BUPATI LAHAT,CIK UJANG.SH PIMPIN APEL PERTAMA MASUK KERJA

9 May 2022 - 22:09 WIB

Beredar Di Grup Washhap Surat Aksi Demo 500 masa Akan Kepung PN.Lahat Terkait Sidang Gugatan Praperadilan Oknum Polres Empat Lawang

7 May 2022 - 18:50 WIB

Warga Merapi Keluhkan Sering Mati Lampu Tanpa Adanya Pembertahuan.Dari Pihak PLN

4 May 2022 - 21:51 WIB

Trending di Sorot