JADI TERSANGKA PENGELAPAN JABATAN, EKS BUPATI KEEROM DI TAHAN

  • Share

Keerom (PAPUA),-//Penggelapan sejumlah aset milik Pemda Keerom yang dilakukan mantan Bupati Keerom periode 2016-2021, Muhamad Markum saat ini telah ditetapkan BB sebagai tersangka dan di kini kasusnya telah dI proses Di Polres Keerom.

Dalam keterangan Kasat Reskrim Polres Keerom beberapa waktu yang lalu, Iptu Bertu Haridika Eka Anwar menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Pemkab Keerom sebagai korban yang tertera dalam LP77/III/2021/STK/Keerom.

Dimana dalam laporan awal ini terkait hilangnya barang inventaris yang ada di rumah Dinas Bupati Keerom yang sebelumnya ditempati oleh Muhammad Markum selaku Bupati Keerom.

Pada media Jurnal news, Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, SH, SIK, menjelaskan Pada tanggal 24 juni tim penyidik memperoleh hasil audit dari Inspektorat Keerom terkait hilangnya sejumlah aset pemda di rumah dinas Bupati yang awalnya senilai Rp. 1.001,964.000,00 menyusut menjadi Rp. 421.178.000,00, selanjutnya pada tanggal 25 juni telah dilakukan gelar perkara dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, jelas Kapolres Keerom, pada Selasa, (29/6), di Mapolres Keerom

Lanjut Kapolres mengatakan Muhamad Markum sudah di tahan pada Senin, 28/6/2021 jam. 14.00 WIT di ruang tahanan Polres Keerom. Dan selanjutnya mantan Bupati Keerom tersebut ditahan selama 20 hari ke depan untuk proses penanganan perkara selanjutnya.

“Sementara jelas Kapolres kronologisnya pada tanggal 24/6 itu hasil dari inspektorat, dan tanggal 25 begitu kita gelar perkara dan dinaikan status sebagai tersangka dan seterusnya kita langsung memberikan informasi kepada beliau ( Markum ) pada Sabtu ( 26/6 ) untuk hadir pada Selasa (29/6 ) namun beliau datang pada Senin ( 28/6) kemarin” kata Kapolres Keerom.

Kapolres Keerom menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti proses hukum yang ada dan memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisan untuk penanganannya sebagai fungsi penegak hukum.

” Pengelapan jabatan yang melibatkan mantan Bupati Keerom priode 2016-2021 tersebut dijerat pasal 374 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(amrizul)

  • Share