FAAM Bersama Masyarakat dan Pemuda Desa Tanjung Geruduk Kantor DPMD Pamekasan

  • Share

 

Pamekasan, – Ratusan Masyarakat Desa Tanjung Kecamatan Pademawu bersama Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Koordinator Madura Raya melakukan aksi unjuk rasa kekantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, Selasa (22/06/2021).

Dalam tuntutannya massa aksi meminta supaya Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Tanjung yang sudah terbentuk itu dibubarkan atau dirombak ulang serta Surat Keputusannya (SK) dicabut.

Pasalnya, Ketua BPD Desa Tanjung Mohammad Zai telah terindikasi melakukan Nepotisme serta bertindak diluar wewenangnya dengan merekrut 55 anggota P2KD tanpa melalui musyawarah BPD terlebih dahulu.

Tak hanya itu, Ketua BPD tersebut telah disinyalir menodai, merusak dan memperkosa nilai-nilai demokrasi serta asas keadilan, yakni luber, jurdil, transparan dan akuntabel dengan menyebar surat undangan kepada 55 orang tersebut tanpa sepengetahuan dan hasil mufakat musyawarah BPD.

Ketua FAAM Abdul Basit selaku Koordinator Lapangan ( Korlap ) aksi menyampaikan dalam orasinya ada tiga hal dalam tuntutannya, yang pertama rombak dan bentuk ulang P2KD dengan membatalkan SK-nya karena pembentukannya cacat prosedur dan hukum.

“Kedua pecat Ketua BPD karena sudah mendiskriminasi nilai-nilai demokrasi, dan yang ketiga tunda Pilkades Desa Tanjung,”ujar Basit ( sapaan akrabnya ) saat orasi.

Namun di depan pendemo, Kadis DPMD Pamekasan Achmad Faisol malah mengatakan, kalau persoalan tersebut masalah tekhnis dan tanggung jawabnya BPD.

“Masalah ini tanggung jawabnya BPD, silahkan Masyarakat Tanjung itu menemui BPD, dan saya sudah komunikasi dengan Ketua BPD-nya,” dalihnya.

Mendengar statemennya Kepala Dinas PMD yang seolah-olah dan dianggap telah melakukan kongkalikong, salah seorang Korlap lainnya Solehuddin mengambil sikap dan meminta peserta aksi untuk menyekat atau menyigel pintu masuk dan keluar areal Kantor Dinas.

“Sebelum tuntutan kami dipenuhi, kami akan bertahan disini,” tegasnya.

Selain itu Tokoh Pemuda Desa Tanjung Rohim dalam orasinya menjelaskan bahwa pada tanggal 1 Juni 2021 kemaren, BPD mengadakan rapat P2KD. Akan tetapi, sebelum adanya rapat Ketua BPD mengambil langkah dengan menyebar undangan terlebih dahulu sebelum rapat bersama anggota BPD.

“Maka dari itu, kami juga menuntut pecat Ketua BPD Tanjung karena sudah menciderai demokrasi, “Ujarnya.

Lebih lanjut Rohim juga meminta Pilkades Tanjung ditunda.

“Dengan mempertimbangkan asas keadilan, yakni luber, jurdil, transparan dan akuntabel serta meminimalisir akan semakin meluasnya konflik di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Desa Tanjung, “Pungkasnya.( ahd/ rud)

  • Share