Efek covid – 19 pengawasan proyek kurang maxsimal

  • Share

Juornal News // Cilacap 4 /9/2021 Efek covid – 19 pengawasan proyek tidak maxsimal bisa dilihat salah satunya proyek Talud yang ada di jl.raya widara payung wetan kecamatan Binangun kabupaten Cilacap .
Proyek T.a .2021 dari Dinas PSDA yang berjudul Rehabilitasi / Pemeliharaan saluran pembuang Rancah desa widarapayung menelan biaya Rp.194.517.000 ( Seratus sembilan puluh empat juta lima ratus tujuh belas ribu rupiah )

Awak media melintas ,sontak terhenti melihat ada kegiatan diarea proyek yang dikerjakan CV. Cahaya Lintang Persada yang sepengetahuan media sudah rampung beberapa pekan dan konon sedang dilakukan pengecekan MC.100 dan belum bisa PPHP karena ada kekurangan volume lima kubik .
Namun pada hari saptu 4/9/2021 kok ada kegiatan lagi ada apa gerangan ?.

Dari ujung ke ujung media menyaksikan beberapa pekerja sedang mengalih tanah sepanjang pasangan batu yang sudah terpasang .
Pucuk dicinta ulam tiba disaat media membutuhkan jawaban terkait pekerjaan tsd ,sangat kebetulan di lokasi tsb ada sang direktur bendera CV Cahaya Lintang Persada untuk dimintai konfirmasi untuk bahan referensi pemberitaan .

Dalam durasi sepuluh menit awak media membuat Vidio wawancara dengan ” A N I S sang direktur sekaligus penanggung jawab pekerjaan yang sedang berjalan .
Anis membenarkan kalau pekerjaan ini miliknya dan apa yang media lihat itu membuatan Koperan atau pasang batu dibawah sedalam 30 cm lebar 30 cm dan panjang 270 mtr ucapnya .
Lanyut Anis mengatakan tempo hari kami dan pengawas dari dinas PSDA turun kelapangan melihat kondisi sebenarnya .
Dari hasil pengecekan pihak dinas pekerjaan saya ada kekurangan volume lima kubik ,namun melihat petangan yang panjang dan untuk menjaga kemungkinan dikemudian hari maka secara pribadi bentuk tanggung jawab kami siap untuk penambahan dua puluh jadi total dua puluh lima kubik menjadi tanggungan
Intinya semua pekerjaan yang kini sedang dikerjakan sudah tertuang dalam kesepakatan saya dengan PPK dan PPTK ibuh Anis .

Baca Juga  Kekosongan, segera Kades Mekarjaya lantik Kepala Dusun

Sampai berita ini diturunkan ,media belum mendapat jawaban konfirmasi dari dinas mungkin waktunya hari libur kantor .
Namun diakhir wawancaranya Anis menyebutkan kalau proyek ini diakuinya memang pengawasanya tidak maxsimal karena bersamaan dengan dirinya waktu itu dirawat ( Karantina ) di RSUD selama dua puluh hari .
Namun apapun resikonya Anis tetap ompimal akan tanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab nya .
Dan apa yang sekarang saya kerjakan dilapangan semoga bisa mengembalikan nama baik saya .( Slawi )

  • Share