Menu

Mode Gelap
Kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA, Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman. Webinar P3S dengan tema “Rizal Ramli Capres Potensial Pilihan Rakyat” via Zoom Meeting yang Atlet Wadokai Kabupaten Keerom Raih Juara III Umum Wadokai Day Karate Open Tournament 2022 Sulsel Kades Ciherang, gelar pengajian untuk warganya, Pesawat AMA Jenis PK-RCQ, Menggalami Kecelakaan Di Distrik Senggi, Kab. Keerom

Ragam · 24 Feb 2022 06:11 WIB ·

Ditreskrim Polda Jatim Panggil Kades Bukek Dan Dua Orang Saksi Lainnya Ada apa Sebenarnya????


 Ditreskrim Polda Jatim Panggil Kades Bukek Dan Dua Orang Saksi Lainnya Ada apa Sebenarnya???? Perbesar

SURABAYA, – Kasus dugaan jual beli tanah kas Desa Bukek Kecamatan Tlanakan,Madura Jawa Timur, yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Desa Bukek (Hamid) dengan Direktur PDAM Pamekasan,sudah melakukan penyelidikan oleh pihak Ditreskrimsus Polda Jawa Timur

Pasalnya hari ini rabu ( 23/02/2022) Penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur memanggil tiga orang saksi untuk dimintai keterangan.Diantara tiga orang saksi tersebut adalah Syaiful Bahri (Kepala Desa Bukek), Ilyas (Mantan kepala dusun) dan Supardi (Mantan BPD Desa Bukek).

Kepala Desa Bukek, Syaiful menerangkan, terjadinya dugaan jual beli tanah kas desa tersebut sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Proses terjadinya dugaan jual beli tanah kas Desa tersebut terjadi sebelum saya menjabat sebagai kades Bukek,dan ini menurut keterangan para saksi,” terang Syaiful (sapaan akrabnya) usai menjalani pemeriksaan.

Syaiful menambahkan,bahwa buku liter C, sebagai dokumen penting tanah yang ada di Desa Bukek hingga saat ini belum diserahkan oleh mantan kepala desa Bukek.

“Sejak saya menjabat sebagai kepala desa belum pernah menerima buku liter C tersebut, dan saya mempunyai keyakinan kalau buku liter C tersebut masih dipegang oleh Hamid,”tambah Syaiful.

Syaiful berharap agar penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim segera memanggil oknum yang diduga terlibat dalam dugaan terjadinya jual beli tanah kas desa di Desa Bukek.

“Saya sangat berharap agar kasus ini segera naik ke Penyidikan dan oknum yang terlibat segera ditetapkan tersangka,” harapnya.

Sedangkan saksi yang lain, Supardi yang merupakan mantan BPD Desa Bukek pada saat Hamid menjabat Kepala Desa menuturkan bahwa tanah yang saat ini berubah nama PDAM Percaton adalah tanah kas Desa Bukek.

“Saya pada waktu itu sempat heran, Kapan yang dibeli dan prosesnya seperti apa, serta tukar gulingnya dimana??,waktu itu Direktur PDAM menyampaikan bahwa tanah tersebut sudah di beli dari mantan Kades Bukek Hamid,” Kata Supardi.(ahd)

Artikel ini telah dibaca 250 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kades Ciherang, gelar pengajian untuk warganya,

28 June 2022 - 20:58 WIB

Warga Cibarola Subang Sambut Antusias Gotong Royong

28 June 2022 - 16:47 WIB

Abdurrahman Ketum Gempita 45: Hajatan Ke-495 Jakarta Ajang Menangnya UMKM

28 June 2022 - 12:03 WIB

Babinsa  Dampingi Petugas Puskesmas Lakukan Gertak PSN

27 June 2022 - 21:25 WIB

Akibat Kuasai Lahan Orang Lain, 2 Warga Indramayu Harus Bayar Kerugian Hingga 135juta Rupiah

27 June 2022 - 21:21 WIB

Akibat Kuasai Lahan Orang Lain, Wanita Asal Indramayu Harus Bayar Kerugian Hingga 135juta Rupiah

27 June 2022 - 20:08 WIB

Trending di Ragam