Menu

Mode Gelap
Kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA, Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman. Webinar P3S dengan tema “Rizal Ramli Capres Potensial Pilihan Rakyat” via Zoom Meeting yang Atlet Wadokai Kabupaten Keerom Raih Juara III Umum Wadokai Day Karate Open Tournament 2022 Sulsel Kades Ciherang, gelar pengajian untuk warganya, Pesawat AMA Jenis PK-RCQ, Menggalami Kecelakaan Di Distrik Senggi, Kab. Keerom

Hukum Kriminal · 17 May 2022 17:54 WIB ·

Diduga Rusak Tanaman Pertanian, 3 Kades digugat Ratusan Petani


 Diduga Rusak Tanaman Pertanian, 3 Kades digugat Ratusan Petani Perbesar

JOURNALNEWS – Diduga melakukan perusakan tanaman pertanian sehingga menimbulkan kerugian materil lebih dari Rp 4 Milyar, Kepala Desa (Kades) Amis, Sukasari & Sukamulya dan 4 orang warga lainnya, digugat oleh ratusan petani penggarap lahan, Selasa (17/05/2022).

Deden Muhamad Surya, didampingi Dimas Bandi Sopiyan Lubis & Sofyan Pramudya selaku kuasa hukum para petani penggarap lahan menjelaskan bahwa sebanyak 143 petani melakukan gugatan terhadap 7 orang tersebut.

“Tergugat pertama Agus Nur Ahmad yang merupakan Kepala Desa Amis, lalu Kasnita Kepala Desa Mulyasari, kemudian Husni Tambrin Kepala Desa Sukamulya, serta 4 orang warga lainnya yaitu Tarwadi, Ahmad Zaki Mubarok, Joni & Ato Sunarto,” terangnya ditemui usai sidang perdana dengan agenda mediasi tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa perusakan terjadi pada bulan Oktober 2021 lalu, sedangkan para petani sudah menggarap sejak tahun 2015.

“Dan menurut informasi setelah dirusak, lahan tersebut ditanami tebu. Sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan apapun kepada petani sehingga tidak diketahui penyebab dari perusakan itu apa,” jelasnya.

Selain itu, Deden juga menegaskan jika ada unsur pidananya maka pihaknya akan melaporkan juga dari berbagai sisi, tidak hanya persoalan perdata saja.

Hal senada dikatakan oleh Achirin salah seorang perwakilan warga, menurutnya perusakan tersebut tanpa dasar karena pihak tergugat tidak mempunyai Hak Guna Usaha (HGU) yang sah.

“Terlepas itu perintah dari siapapun, saya tidak mau tahu dan saya tidak ada niatan untuk menggugat Pabrik Gula (PG), karena di mata saya saya PG tidak punya otoritas secara hukum,” kata Achirin.

Sementara itu, Khalimi, Kuasa Hukum tergugat mengungkapkan bahwa gugatan tersebut tidak relevan karena, lahan yang digarap petani merupakan milik PG Rajawali.

“Kalau mereka menuntut tanaman-tanaman yang sudah ditanam, itu harus di lahan hak mereka serta sudah memiliki legalitas sah, ternyata itukan di lahan PG Rajawali,” ungkapnya.

Menurutnya, gugatan semestinya harus mengait ke PG Rajawali karena titik sambungnya ada disitu sebagai pemegang hak.

Kuasa Hukum Tergugat

“Kalau soal perusakan itu nanti kita lihat pembuktiannya pada persidangan, siapa dan di lahan siapa terjadi perbuatan perusakan itu,” imbuhnya.

Diketahui, sidang perkara perusakan ini akan kembali dilanjut pada 22 Mei 2022 nanti, dengan agenda yang sama yaitu Mediasi.(NR)

Artikel ini telah dibaca 579 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Berhasiil Meringkus Pelaku Pencurian Kabel PLN di Kabupaten Keerom.

19 June 2022 - 14:37 WIB

Operasi Miras gabungan Satres Narkoba dan KRYD Polres Cirebon Kota. Amankan miras kembali

18 June 2022 - 16:12 WIB

Dua pelaku dengan barang bukti diduga sabu seberat 9,90 gr diamankan Satres Narkoba Polres Lampung Utara

13 June 2022 - 21:56 WIB

Curanmor dengan modus Kunci T, berhasil di gagalkan Patroli Polsek Gunungjati Ciko dan menangkap pelakunya.

9 June 2022 - 10:49 WIB

Polresta Cirebon Amankan 60 Pelaku Tindak Kejahatan Hasil Operasi Libas Lodaya 2022

6 June 2022 - 20:00 WIB

Gunakan Mukena, pelaku gasak laktop dan Hp di Mall wilkum Polres Cirebon Kota

6 June 2022 - 17:52 WIB

Trending di Hukum Kriminal