Diduga monopoli dan nepotisme ratusan kontraktor demo menuntut keadilan

  • Share

 

JOURNAL NEWS – Ratusan kontraktor lakukan demo damai di alun – alun Cilacap ,meskipun diguyur hujan cukup deras tak menyurutkan niatnya untuk memperjuangkan aspirasi kontraktor yang tersyolimi .
Diawali longmach dari ekx Batalion ke alun – alun Cilacap dengan mengelar spanduk .

Suasana pandemik covid – 19 membuat suasana demo serba dibatasi .
Para kontraktor yang diwakili sepuluh orang berdebat argumen dengan petugas yang awalnya hanya diijinkan masuk lima orang akhirnya tetap diijinkan sepuluh orang perwakilan untuk masuk demikian juga dengan awak media yang notabenenya dalam melaksanakan tugas jurnalistik di lindungi UU no 40 th 1999 mengalami perlakuan yang sama dengan alasan covid – 19 tugas jurnalistik untuk memperoleh pemberitaan juga dibatasi.

Taufik Hidayatulloh mantan ketua KPU Cilacap yang kini menjadi tokoh masyarakat ikut andil dalam orasinya yang membuat semangat para pengunjuk rasa salah satunya menyampaikan pesan .
– Jangan pernah takut
– jangan pernah kwartir
Untuk menyampaikan swara masyarakat .
Taufik sangat menyayangkan ada perlakuan yang tidak adil dalam lelang pekerjaan ,ladang ini milik kita semua bukan milik kontrak – kontraktor besar terangnya .
Menutup orasinya Taufik yang cukup kondang dikalangan warga Nadiyin itu menyanyikan lagu Iwan fals ” Bongkar ” membuat suasana makin hangat .

Usai jam istirahat para duta kontraktor yang berunding keluar dari dalam pendopo kabupaten antara lain Ruswandi pemilik bendera “Duta Karya Mandiri” dalam wawancara nya menyampaikan rekanan sudah diterima Sekda dan itu sifatnya hanya aduan ucapnya .
Lanyut Ruswandi mengatakan dirinya atas nama teman – teman kontraktor pada dasarnya merasa kecewa dengan perlakuan tidak adil contohnya lelang th 2021 kental dengan monopoli dan nepotisme .
Maka dari itu Ruswandi meminta untuk ditinjau ulang imbuhnya .

Baca Juga  KERINDUAN PARA SISWA TERHADAP SEKOLAH, GURU DAN TEMAN-TEMANNYA SEGERA TEROBATI

Demikian juga dengan Supriyadi pemilik CV. Banyu Biru dihadapan awak media menyampaikan kita tetap berjuang bareng – bareng sampai aspirasi kita terkabul.
Supriyadi berharap para pemangku kebijakan untuk mengevaluasi kembali antara lain :
– Dukungan alat dimonopoli oleh kontraktor besar
– Tidak ada transparansi.
– Sistem hasil pelelangan tidak memuaskan.
Selanjutnya Supriyadi berharap Pemkab Cilacap melakukan pemerataan sistem perencanaan anggaran, agar kontraktor bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Cilacap, karena kurang lebih 1.300 (Seribu tiga ratus) kontraktor konstruksi di Kab. Cilacap yang Hb terdaftar di LPJK Prov. Jateng, yang mengandalkan kegiatan APBD Kab. Cilacap pungkasnya. ( Slamet wi )

  • Share