Berpolitik Harus Santun dan Beretika, Tegas Dr. H. Ade Saputra, SH, MH

  • Share

Jakarta–Etika berpolitik harus dilakukan secara santun. Karenanya perlu digerakkan kembali, kesadaran yang semangat berpolitik secara bersih dan beretika.

“Ada tiga alasan kenapa berpolitik itu harus santun, bersih dan beretika,” jelas Ketua TIM 9 Dr. H. Ade Saputra, SH, MH DPD dalam talkshow virtual bersama media bertema; “Membangun Budaya Politik Santun dan Beretika untuk Indonesia yang Bermartabat”, Jakarta, Selasa (2/11)

Ia menjelaskan, politik santun beretika adalah sikap jujur, amanah, sportif, siap melayani, berjiwa besar, memiliki keteladanan dan rendah hati dalam berpolitik. “Jika langkah dan kebijakannya terbukti bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan di masyarakat, dia harus siap mundur dari jabatannya,” tegasnya

Berbudaya politik santun, menanamkan pemahaman bahwa politik yang diperjuangkan, bukan semata politik kekuasaan. Akan tetapi suatu politik yang mengedepankan panggilan pengabdian, demi kesejahteraan masyarakat luas.

Budaya politik santun dan beretika, lanjutnya, diperlukan agar para elit politik menjauhi dari perbuatan yang dapat merugikan bangsa Indonesia. “Karena berpolitik pada hakikatnya adalah sebuah perjuangan untuk membahagiakan dan menyejahterakan rakyat secara baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebagai anak bangsa telah melakukan upaya secara berjenjang mulai dari tingkat pemula, tingkat madya dan tingkat dewasa. “Jenjang kaderisasi ini menjadi syarat setiap tingkatan kepengurusan di tubuh partai,” pungkasnya.

Dicontohkan, seorang anggota pemula tidak dapat menjadi pengurus di tingkat DPRD Kabupaten atau Kota, karena pertimbangannya masih pemula dan membutuhkan pembinaan moral politik yang lebih dalam.

“Sehingga kader politikus tidak hanya mereka yang mau menjadi politisi namun telah paham budaya dan etika politik,” tuturnya

Lipsus: JAL

Baca Juga  Polres Semarang Tetap Gelorakan Penerapan Prokes Sampai Perayaan Nataru 2022
  • Share