Batu Martindi Sihotang, Konon Batu ini Hidup Karena Bisa Berpindah.

  • Share

Samosir,Journalnews.id| Membahas tentang kabupaten samosir memang tidak akan ada habisnya. Selain memiliki Danau toba yang kini telah diakui sebagai geopark dunia oleh UNESCO samosir juga menyimpan beragam pesona alam.

Ternyata, Samosir juga menyimpan banyak cerita legenda yang fenomenal. Diantaranya adalah adanya Batu Martindi Sihotang yang terletak di Desa siparmahan kecamatan Harian Kabupaten Samosir,Sumatera utara.

Batu Martindi Sihotang, merupakan salah satu lagenda di Kabupaten Samosir, Dalam cerita Rakyat Batu ini menjadi salah satu bukti atau menjadi tanda bahwa alam (benda tertentu) tidaklah dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Batak.

Dalam cerita rakyat tersebut dikatakan bahwa Batu Martindi Sihotang ini bermula ketika masyarakat melaksanakan kerja gotong royong untuk bersih lingkungan dan membenahi ladang warga, beberapa orang dari pekerja gotong royong memindahkan batu martindi (batu yang bertindih) dengan cara menjatuhkannya ke jurang (binanga) dengan alasan memindahkannya karena dikwatirkan sewaktu-waktu bisa jatuh dan dapat menimpa siapapun yang berada didekatnya.

Namum, keesokan harinya batu ini kembali ketempat asalnya dengan posisi tetap bertindih.

Tidak salah, Branding Pariwisata Samosir “Negeri Indah Kepingan Surga”. Branding yang terlahir dari Seorang pelaku pariwisata yang juga pensiunan Kadis pariwisata kabupaten samosir Ombang Siboro, Branding ini diterapkan oleh Pemkab Samosir untuk memajukan pariwisata di Samosir.

Entah dari mana ombang siboro mendapatkan ilham tersebut dan kenapa kepikiran dengan kata-kata Negeri indah kepingan Surga tersebut.

Namun sepertinya memang hanya kata-kata itulah yang bisa kita ungkapkan saat tiba dan berada di kabupaten Samosir untuk menikmati keindahan dan pesona alam serta cerita rakyat yang disuguhkan olehnya.

Kepala desa siparmahan Bertua Sihotang yang ditemui awak media dilokasi batu martindi, selasa 21 september 2021 menjelaskan, Batu martindi sihotang ini punya cerita yang sangat unik dan menakjupkan, Batu dengan bebannya yang berat, sudah dijatuhkan kejurang namun bisa kembali ketempatnya, Sepertinya batu ini hidup dan ada nyawanya.

Baca Juga  Polres Semarang Tetap Gelorakan Penerapan Prokes Sampai Perayaan Nataru 2022

“Batu Martindi adalah cerita rakyat yang mengisahkan tentang sebuah batu di sihotang, yang lebih tepatnya berada di ladang warga, batu menolak untuk berpindah tempat, ” ungkapnya.

“Dahulu lokasi ini dipenuhi oleh semak belukar dan ilalang. Orang tua terdahulu menggelar rapat untuk segera melaksanakan gotong royong bersih lingkungan termasuk memindahkan dan menjatuhkan batu martindi ke jurang, tidak menungngu lama gotong royongpun digelar dengan membersihkan semak belukar dan menjatuhkan batu martindi kejurang, namun esok harinya batu kembali bertindih ketempat semula dan mampu mengejutkan warga,” tutur bertua.

Foto.
Sartono Sihotang (Wartawan Journalnews) Bertua Sihotang (Kepala Desa Siparmahan).

Bentuk batu tidak ada yang istimewa, sama seperti batu pada umumnya. Namun, batu ini sering kali dikaitkan dengan hal mistis oleh masyarakat sekitar, bahkan dianggap sakral.

Untuk menuju Batu martindi sihotang dapat ditempuh dari dua rute. Pertama, dari Medan melewati Tanah Karo terus ke Tele Kecamatan Harian lalu ke Sihotang lanjut ke Desa Siparmahan (tidah jauh dari lokasi rumah Pengusaha sukses, Parna raya).

Kedua, jika menyeberang danau dari Tomok menuju Pangururan. Dari Kota Panguruan menuju Pelabuhan Pintu Batu dan menyeberang danau menuju Sihotang.

(Sartono Sihotang/ Ton’s)

  • Share