Iklan

Persiapan Penyekatan Jalan, Kapolres Banjar Gelar Rakor

Journal News
Selasa, 04 Mei 2021 | 22.57 WIB Last Updated 2021-05-04T15:57:16Z

BANJAR: Dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2021, dan penerapan larangan mudik lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang.

Kepolisian Resor Banjar, menggelar rapat koordinasi lintas sektoral, dengan Pemerintah Daerah, dan OPD terkait.

Rapat berlangsung di ruang vidcon Mapolresta Banjar, Polda Jabar, Selasa (04/05/2021).

Kapolres Banjar, AKBP., Melda Yanny, S.I.K., M.H., mengatakan, rapat kerja digelar sebagai langkah koordinasi dengan Pemerintah Kota Banjar, bagaimana kesiapan Kepolisian dalam menjalankan tugas, dan fungsinya, sebagai satuan pengaman selama operasi ketupat lodaya, dan penerapan larangan mudik 2021.

"Ini merupakan sebuah bentuk sinergitas, Polri dengan Pemerintah Daerah. Bagaimana operasi ketupat, dan pelarangan mudik lebaran kali ini dapat berjalan lancar, dan aman," ujarnya

Seluruh rencana, dan langkah antisipasi yang akan dilakukan Polresta Banjar, selama operasi lodaya, dan pelarangan mudik lebaran, dipaparkan secara jelas, dan teknis oleh Kasat Lantas, AKP., Purwadi.

Saat dimintai keterangan persnya, Wakil Walikota Banjar, H., Nana Suryana, S.Ip., selaku perwakilan Pemerintah Kota mengatakan, rapat koordinasi ini bertujuan memberikan rasa aman, dan nyaman kepada seluruh warga Kota Banjar.

Saat diminta tanggapan mengenai aturan larangan mudik, dirinya mengatakan, bahwa aturan pelarangan mudik itu sudah jelas dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

Pemerintah Daerah wajib menjalankan apa yang sudah menjadi instruksi Pemerintah Pusat. Merupakan sebuah pelanggaran, jika nantinya ada warga yang memaksa mudik, bahkan sampai menggunakan surat keterangan palsu.

"Sebetulnya warga itu sudah tidak boleh mudik, tapi ketika ada orang-orang yang memaksa mudik kita akan lihat berdasarkan kategorinya. Apa orang itu dipulangkan, atau akan diamankan di tempat,"ujarnya


Kapolres Banjar, AKBP., Melda Yanny, S.I.K., MH., ditempat yang sama menegaskan, pada tanggal 6-17 Mei mendatang pelarangan mudik lebaran akan berlaku, seluruh warga dilarang untuk melakukan perjalanan mudik. Penggunaan surat keterangan bebas Covid-19, berdasarkan rapid antigen hanya berlaku, hanya pada kondisi tertentu.

"Pengecualian hanya berlaku bagi orang sakit, hamil, kedukaan, bekerja, angkutan barang ,TNI-Polri yang bertugas, di luar itu tidak,"ujarnya.(Baehaki)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Persiapan Penyekatan Jalan, Kapolres Banjar Gelar Rakor

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->