Iklan

SAPMA IPK Meminta Polres Tanjung Balai Menertibkan Tempat Hiburan Malam Yang Sudah Lewat Waktu

Journal News
Selasa, 06 April 2021 | 14.58 WIB Last Updated 2021-04-06T07:58:02Z

TANJUNGBALAI //- Satuan Pelajar dan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (SAPMA IPK) Kota Tanjung Balai meminta pihak Polres Tanjung Balai untuk menertibkan tempat hiburan malam yang telah melewati peraturan Jam operasional yang sudah di tetapkan oleh Walikota Tanjung Balai.

Hal itu dikatakan Ibnu Tarmizi selaku ketua SAPMA Ikatan Pemuda Karya Kota Tanjung Balai kepada awak media, Selasa (06/04/2021).

"Kami SAPMA IPK Tanjung Balai meminta pihak Polres untuk menutup permanen tempat hiburan malam yang sudah melanggar peraturan Surat edaran PSBB (Covid 19) dari Walikota," kata Ibnu.

Lanjutnya, sebagai mana diketahui bahwa Cafe-cafe yang ada di KM 7, karoke Micro Cafe, Karoke Simpony, parter tuak yang ada Di Jati diduga telah melanggar komitmen maupun poin-poin penting yang sudah di sepakati bersama gubernur Sumatera Utara.

"Bukan rahasia publik lagi bahwa belakangan ini tempat hiburan yang ada di km 7 Kota Tanjung Balai sangat banyak tersandung dugaan masalah pelanggaran hukum, banyaknya kerumunan dan banyak yang tidak memakai Masker," tegasnya.

Selaku ketua SAPMA IPK, Ibnu Tarmizi juga mengatakan bahwa SAPMA IPK siap mendukung Polres Tanjung Balai dalam menertibkan tempat hiburan yang telah melanggar aturan yang telah disepakati.

"Sebab sama-sama kita ketahui bahwa Covid 19 belum usai di Negara Republik Indonesia, jadi kami meminta kepada Polres Tanjung Balai untuk menertibkan cafe dan tempat Karoke yang masih beroperasi di atas jam 10 malam. Bahkan, hal itu sudah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian," bebernya.


Sebagai organisasi yang mewadahi pelajar dan mahasiswa ungkap Ibnu, Sapma IPK Kota Tanjung Balai juga sangat mengapresiasi sejumlah lembaga maupun elemen yang mendukung Kepolisian atas penutupan Cafe-cafe dan tempat karoke yang ada di Tanjung Balai karena sudah melanggar peraturan yang telah di buat.

Ia juga meminta kepada Pengusaha hiburan malam yang ada di Kota Tanjung Balai untuk menutup Aktivitas hiburan malam selama Bulan Ramadhan penuh.

"Dan kami meminta sepenuhnya kebijakan Pemerintah Daerah Kota Tanjung Balai untuk membuat sangsi apabila ada pihak pengelola Cafe dan Karoke yang Melanggar aturan yang telah disepakati," tutup Ibnu.


Laporan : S.E Sitorus
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SAPMA IPK Meminta Polres Tanjung Balai Menertibkan Tempat Hiburan Malam Yang Sudah Lewat Waktu

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->