Iklan

Penerima BOP Ponpes dan TPQ untuk Bantuan COVID-19 Pamekasan Diduga Bermasalah,AMP - Bersatu Resmi Laporkan Ke Kejati Jatim

Journal News
Senin, 05 April 2021 | 12.24 WIB Last Updated 2021-04-05T06:18:41Z

Pamekasan,– Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pondok Pesantren (Ponpes ) dan Tempat pendidikan Al-Quran (TPQ) untuk bantuan Covid-19 di Pamekasan Madura Jawa Timur diduga bermasalah. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga tidak diterima utuh oleh lembaga pendidikan sebagai penerima manfaat. Lantaran bantuan itu disinyalir disunat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Informasi yang berhasil dihimpun dari media Journal News.id,bantuan BOP Ponpes dan TPQ untuk Covid-19 ini tahap ke 3 berkisaran 40 jutaan dan untuk penerima tahap ke 4 sebesar Rp 10 jutaan masing-masing lembaga penerima,untuk itu membuat beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pamekasan (AMP - Bersatu) mengambil langkah tegas dengan melakukan pelaporan ke Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Jawa Timur,hari ini senin ( 05/04/2021).

Namun dari beberapa sumber yang tidak mau dipublikasikan mengatakan, ada oknum yang memotong bantuan tersebut.

"Benar mas memang lembaga kami dapat, cuman saya heran kenapa bilangnya lembaga kami dapat bantuan tersebut 40 juta,padahal yang kami terima itu setelah pencairan dari Bank kami dikasih masuk dalam mobil,dan dikasih 20 juta,tetapi setelah keluar dari mobil saya harus memberikan 1juataan kepada sepuluh orang yang sudah menunggu diluar mobil,jadi lembaga kami hanya menerima 10 juta pak,"ucap ibu nyai pemilik lembaga yang ada di kecamatan Pamekasan.

Lain lagi dengan pengakuan pemilik lembaga yang berlokasi di kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan,bahwa pihak lembaga tidak pernah menerima bantuan BOP tersebut sampai 10 juta.

"kalau bantuan tersebut kami selaku ketua yayasan ini tidak pernah menerima bantuan sebesar 10 juta,tetapi kami menerima dari operator kami hanya 3 juta pak,jadi kalau lembaga kami mendapatkan bantuan sebesar yang disebutkan tadi itu tidak benar,"terangnya.

Maka dari itu Aliansi Masyarakat Pamekasan - Bersatu yang tergabung oleh beberapa Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Pamekasan,yang diantaranya adalah LSM INAKOR,LKPK,LKPP,Dan LSM Mako,melakukan tindakan keras dengan pelaporan ke Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jawa Timur,ini dibenarkan oleh salah satu LSM yang tergabung yaitu Ahmad.Mochtar Ketua LSM Mako.

"Benar mas setelah kami mendatangi beberapa lembaga penerima bantuan BOP tersebut dan ternyata memberikan keterangan yang detil maka kami langsung mengambil langkah dengan melakukan pelaporan ke Kejati Jatim,"terang Mochtar (sapaan akrabnya).


Ketua LSM Mako berharap dari hasil laporannya pihak kejati untuk segera memproses sampai ke akar - akarnya.

"Saya mewakili dari teman -teman yang berharap pihak Kejati Jatim untuk secepat memanggil pihak lembaga penerima dan pihak Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan,agar diketahui siapa oknom yang sudah bermain dalam realisasi bantuan BOP tersebut,"harapnya.(ahd/rud)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penerima BOP Ponpes dan TPQ untuk Bantuan COVID-19 Pamekasan Diduga Bermasalah,AMP - Bersatu Resmi Laporkan Ke Kejati Jatim

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->