Iklan

AHY Jangan Puas Diri, Kudu Waspada Dan Bersikap Oposisi! Tegas Suta

Journal News
Rabu, 07 April 2021 | 08.34 WIB Last Updated 2021-04-07T01:34:17Z

JOURNAL NEWS | Kongres Luar Biasa Partai Demokrat telah ditolak oleh  Kemeterian Hukum dan HAM pada Rabu (31/3). Tapi, itu bukan berarti "perang" sudah selesai. Karena nyatanya Moeldoko memberi sinyal bahwa keinginannya belum selesai akan terus upaya lainnya untuk mewujudkan. Sehingga wajar bila  tercium adanya rencana gugatan dari pihak kubu Moeldoko di ruang pengadilan. 


Apa yang dikatakan oleh Moeldoko sehari sebelum pengumuman disampaikan Menteri Yasona Laoly sebagai bukti adanya dari hasrat  oligarki yang belum padam. Khalayak ramai tahu, bahwa Moeldoko sehari sebelum KLB ditolak menyatakan sikapnya untuk terus berjuang melanjutkan kehendaknya. 

"Menghadapi itu semua, maka saran kami  Partai Demokrat harus bersikap tegas dan cerdas untuk bersikap  oposisi. Jangan ragu dan jangan  lagi terlihat _melo_ dengan mengemis perhatian Presiden RI sekalipun. Dan sikap oposisi harus ditunjukkan oleh kader Partai Demokrat di dalam gedung DPR  maupun diluar  bersama rakyat," kata Pengamat Hukum Politik Suta Widhya SH pada Selasa (6/4) pagi di Jakarta. 

 Suta menilai sikap Moeldoko untuk melawan sesuai dengan rencana  oligarki yang kuatir  kekuasaannya terganggu menjelang Suksesi 2024. Alasan yang diucapkan oleh Moeldoko demi membela negara negara demi suksesi 2024 terjaga demi sukses Indonesia Emas 100 tahun merupakan sinyal bahwa perlawanan Moeldoko belum berakhir. 

"Diperlukan institusi yang sempurna dalam membaca fenomena sikap oposisi lain yang ada. Berikan saja perhatian terhadap kelompok - kelompok oposisi yang tengah bermasalah hukum di Pengadilan, niscaya akan tenang sinergisitas  dengan masyarakat luas di luar dari sikap di ruang Parlemen, "Tutup Suta.

Laporan: Jalal
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • AHY Jangan Puas Diri, Kudu Waspada Dan Bersikap Oposisi! Tegas Suta

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->