Iklan

Warga sekitar pabrik pengolahan tembakau menjerit karena lingkungan Tercemar pemilik perusahaan tidak peduli

Journal News
Senin, 01 Maret 2021 | 12.06 WIB Last Updated 2021-03-01T05:06:52Z

Lombok Tengah Journal News- Perusahaan tembakau Yang berada di dusun Eat nyiur Desa Wajegeseng yang sebelumnya memiliki ijin TDP, UD dan  SIUP berlokasi di dusun Peseng  Desa Wajegeseng yang sempat viral karena memenjarakan empat (4) ibu rumah tangga selama sepekan.  ternyata perusahaan tersebut tidak memiliki ijin AMDAL sebagai kelayakan perusahaan terhadap lingkungan yang berlokasi di  sekitar perumahan masyarakat. 
Begitu  awak media ini melakukan investigasi pada tanggal 25/02/21 s/d 27/02/21 menemukan beberapa fakta di  lapangan yakni masyarakat merasa tidak nyaman dengan bau dan aroma tembakau 2 banyak masyatakat merasa sesak napas  5 pada balita dan anak anak terserang ISPA ( Inveksi saluran pernapasan)

Beberapa warga di lingkungan sekitar mengatakan semenjak gudang ini beroperasi kami tidak nyaman dengan bau menyengat ditambah lagi mesin pencampur tembakau yang bikin bising. ungkap salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya dirinya mengatakan kami sekeluarga setiap musim hujan sudah Mulai kami rasakan sakit-sakitan ada yang sesak napas, sakit tenggorokan  dan Inveksi saluran pernapasan ( ISPA ) seperti yang di alami oleh salah satu cucu kami katanya menjelaskan kepada awak media ini  ibu itu kembali mengatakan kepada awak media ini Lihat  cucu kami pak di dalam  kamar sampai saat ini masih terbaring lemas  di kamar karna  mengalami batuk berdarah  yang di sebabkan oleh gudang pengolahan pabrik tembakau tersebut.

Sementara  masyarakat tersebut   Mengatakan kami dari 46 KK merasa keberatan terhadap pemilik perusahaan  pengolahan tembakau tersebut karena tidak peduli dengan kondisi kesehatan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaannya tersebut. Kami warga kecil tidak mampu buat laporan maupun ke pejabat lebih tinggi padahal Sudah sering ada mediasi bahkan sampai DPRD Lombok Tengah namun sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya ungkapnya 

Kemarin sebelum warga kami di tahan oleh polres lombok tengah  ada suara bising di gudang  tembakau tersebut siang dan  malam ada aroma menyengat apakah itu campuran bahan kimia atau apa kami tidak tahu. Untuk saat ini saja anak-anak sudah banyak yang sakit bahkan sudah ada yang pindah untuk isolasi diri dari bau yang menyengat agar tidak terlalu lama sakit. Pejabat-pejabat hanya masuk di di rumah besar dan gudang itu saja tidak pernah cross check ke warga baik dampak lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Ungkapnya pada awak media ini

Sementara kepala desa wajegeseng ( Dedi ismayadi Stp  ) 25/02/2021 yang  diwakili oleh sekertaris Desa (  lalu agus mayadi )   mengatakan : kami dilema dengan permasalahan ini di satu sisi kami harus pro masyarakat karena memang benar ada bau menyengat di sisi lain perusahaan tersebut meskipun secara langsung tidak ada kontribusi ke desa namun secara ekonomi memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena ada warga juga yang bekerja. Sudah 7 kali mediasi memang ada kesepakatan untuk mengurangi bau pemilik Haji Suardi siap melaksanakan. Dan untuk pindah lokasi meminta waktu sampai dua bulan ke depan. Intinya kami tetaplah harus berada di tengah-tengah tidak memihak si A ataupun si B ungkapnya. 

Kepala Puskesmas UPTD Wajegeseng   Ns. H. M. Yusuf, S.Sos, S.Kep mengatakan dalam konfirmasi via telpon  kami sudah melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan di sekitar memang masih berada tahap wajar bau maupun penyebaran polusi dan yang sakit di sekitar secara kesehatan tidak murni disebabkan oleh perusahaan tersebut. Bisa saja karena faktor cuaca Dan kami sudah membuat laporan ke ke dikes Lombok Tengah dan provinsi sehingga nanti dapat diselesaikan permasalahan lingkungan maupun kesehatan warga. 


 Sementarq di lain pihak begitu awak media ini menghubungi pemilik perusahaan pengolahan tembakau di Tempat kejadian perkara ( TKP ) Haji Suardi  melalui kuasa hukumnya Dhani Gaos Dkk 25/02/2021 . Beliau mengatakan dalam gudang ini tidak aroma bau tembakau yang menyengat apa yang dikatakan oleh masyarakat tersebut tida. (Kamarwan) 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga sekitar pabrik pengolahan tembakau menjerit karena lingkungan Tercemar pemilik perusahaan tidak peduli

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->