Iklan

Tega Ayah Tiduri Anak Kandungnya Sendiri

Journal News
Jumat, 05 Maret 2021 | 20.12 WIB Last Updated 2021-03-05T13:12:18Z

BANJAR: Jajaran Polres Banjar, Polda Jabar, berhasil mengamankan pelaku kekerasan seksual dalam lingkup keluarga, dilakukan tersangka terhadap anak kandungnya sendiri.

Tersangka G (70), telah berhasil dibekuk oleh Jajaran Reserse Kepolisian Polres Banjar, Polda Jabar, di rumahnya di daerah Pataruman.

"Aksi tersangka G, dilakukan terhadap Mawar (nama samaran) semenjak lulus SMP, dengan lama waktu 8 Bulan yang lalu, dan dilakukanya berulang-ulang.

Kejadian bermula dari laporan tetangga korban, mendengar mawar nengeluhkan sakit pada bagian payudara.

Hal tersebut lama kelamaan terdengar oleh Ibu mawar. Ibu kandung mawar pun sering mendapatkan kekerasan dari tersangka G, pada akhirnya Ibu kandung mawar melaporkan ke salah satu tokoh masyarakat akan kejadian tersebut, akhirnya dilaporkan ke Polres Banjar.

Disampaikan Kapolres Banjar, AKBP., Melda Yanny, S.I.K., M.H., dalam konfrensi press yang digelar di depan ruangan Sat Reskrim Polres Banjar, Polda Jabar, Jum'at (05/03/2021).

"Korban seringkali mendapatkan kekerasan dari tersangka G, ketika menolak akan melakukan hubungan badan, seperti dipukul dengan tangkat rotan, di tampar, menendang perut, sehingga terjatuh," ucap Kapolres.

"Pada saat akan melakukan aksinya tersangka G, melakukan kekerasan fisik, dan mengancam akan membunuh
mawar apabila menolak berhubungan badan," terang Kapolres.

Untuk perbuatannya, tersangka diancam hukuman penjara maksimal 15 Tahun, dan Denda 5 milyar, karena telah melanggar UU perlindungan anak pasal 81 Tahun 2014.

Dari kejadian tersebut, Kapolres Banjar berharap lingkungan tempat tinggal lebih bisa mengawasi perempuan.

"Kepada para perempuan harus berani menolak menjadi korban kekerasan, dan harus berani juga melaporkan aparatur setempat,"ucap Kapolres.

Kapolres, menambahkan saat ini pelaku sudah tertangkap, dan akan dijerat Pasal 46 Jo pasal 8 huruf a Undang-undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman 12 Tahun penjara jo 64 ayat (1) KUHPidana


Sementara di tempat yang sama, pelaku G (70), berdalih kelakuannya karena khilaf.

"Saya tidak tahu kenapa bisa begitu, saya khilaf. Saya memaksa anak saya untuk melayani saya bisa 2 sampai 3 kali sehari. Tapi setelah ini saya sangat menyesalinya," ujarnya sambil tertunduk malu.(Baehaki)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tega Ayah Tiduri Anak Kandungnya Sendiri

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->