Iklan

Sianturi Dengan Siboro Bertikai, Babinsa-Babimkabtibmas Lakukan Mediasi

Journal News
Selasa, 02 Maret 2021 | 22.14 WIB Last Updated 2021-03-02T15:14:38Z

Samosir,Journalnews- Babinsa Ramil 04 Harian Boho Bapak Serda Bahagia Tarigan bersama Babinkamtibmas Polsek Harian Boho Melaksanakan Mediasi Pertikaian Warga Desa Siboro Kecamatan Sianjur Mula-mula antara Saudara A.Jaleleng Sianturi dengan Swandi Siboro di kantor desa Siboro pada Selasa 02-03-2021 pukul 10.00 wib.

Babinsa Ramil 04/HB Serda Bahagia Tarigan Mengatakan Pertemuan ini bertujuan agar permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tanpa dibawa kejalur hukum dan tanpa menimbulkan masalah yang berdampak keributan antara kedua belah pihak

Melalui mediasi ini, kedua belah pihak pun sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, namun demikian tetap akan dibuat surat perjanjian dengan disertai tanda tangan diatas materai dari kedua pihak, agar tidak timbul permasalahan dikemudian hari, meski berlangsung lama namun situasi berjalan lancar dan kondusif,” tutur Babinsa.

Kegiatan mediasi ini diawali dengan mendengar keterangan lengkap dari kedua belah pihak yang bertikai dan juga keterangan dari para saksi. “Jangan ada yang dikurang-kurangi maupun dilebih-lebihkan dalam menjelaskan pokok permasalahan yang terjadi, jelaskan semuanya dengan jujur dan jangan ada yang ditutup-tutupi, agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan baik”, tegas babinsa Serda Bahagia Tarigan kepada seluruh warga yang hadir.

Setelah menemukan pokok permasalahan yang menyebabkan pertikaian dan pertengkaran yang terjadi antar kedua keluarga tersebut, kedua belah pihak pun telah menyadari kesalahannya masing-masing, dan akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk mencari jalan damai dalam permasalahan mereka, ujar babinsa .

Camat Sianjur Mula-Mula Rudi H.J Sitorus saat dikonfirmasi mengatakan sangat mengapresiasi Kehadiran Bapak Babinsa-Babimkabtibmas yang menyempatkan waktu nya untuk melakukan mediasi Pertikaian antara Saudara A.Jaleleng Sianturi dengan Saudara Swandi Siboro warga desa Siboro

Rudi Sitorus selaku pimpinan pemerintah Kecamatan berharap “Permasalahan seperti ini kami harapkan tidak terulang lagi dikemudian hari, hilangkan rasa emosional dan saling bersikeras dengan pendapat masing-masing dalam permasalahan apapun, agar tak berbuntut panjang hingga perkelahian yang dapat memakan korban jiwa, dan kami bersama aparat pemerintah Desa sangat mengapresiasi atas kehadiran kedua belah pihak dan para saksi ditempat ini.

Beliau juga sangat mendukung bapak babinsa ramil 04 Harian Boho Bapak Serda Bahagia Tarigan yang memberi pemahaman dan pencerahan kepada seluruh warga yang hadir.

Kepala Desa Siboro Ibu Sarmi E Rajagukguk juga turut menambahkan kepada para warga, “Marilah kita menciptakan kerukunan antara warga, dengan harapan agar tidak menimbulkan permusuhan dan perselisihan, kami juga berterima kasih kepada babinsa dan Babinkamtibmas yang telah bergerak dengan cepat bersama kami aparat Desa untuk mengadakan mediasi/musyawarah ini, dengan bermusyawarah tentunya setiap permasalahan dapat kita selesaikan bersama-sama dengan baik dan damai, ujarnya.

Kapolsek Harian Boho Bapak AKP Herman Sembiring yang diwakili oleh bapak Aipda Denny Boy Siregar juga menjelaskan bahwa Peran Bhabinkamtibmas menjadi sangat vital dalam memberikan Pelayanan atau bantuan Kepolisian mengingat tidak adanya kantor Polisi di Kelurahan atau di desa-desa. 

Bhabinkamtibmas merupakan penghubung langsung antara Instituti Polri dengan masyarakat dalam komunitasnya. Bhabinkamtibmas selaku petugas terdepan dari Polri yang setiap harinya bertemu dengan masyarakat dan mengatasi permasalahan yang terjadi. Permasalahan-permasalahan gangguan keamanan dan ketertiban termasuk konflik tidak muncul dengan begitu saja, melainkan melalui beberapa tahapan yakni tahap pendahuluan, tahap titik didih, tahap konflik kekerasan, dan tahap peredaran konflik.

"Usaha-usaha Polri dalam menciptakan ketertiban dan keamanan dengan menerapkan konsep yang berpola pada masyarakat dewasa ini dapat dilihat sebagai ujung tombak Polisi karena secara langsung petugas Kepolisian berhubungan dengan warga masyarakat, warga komunitas atau warga kelurahan setempat atau dengan kelompok-kelompok soasial setempat dan dengan umum dimana bertugas,"ujar Aipda Denny Boy Siregar.

Lanjut Boy, Anggota Polisi yang menjalankan tugasnya dengan pendekatan kemasyarakatan harus membangun hubungan baik dan kemitraan yang tulus serta saling menguntungkan dalam menciptakan rasa aman warga masyarakat dan suasana keamanan lingkungan hidup setempat.


(B.Pasaribu / S.Sihotang)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sianturi Dengan Siboro Bertikai, Babinsa-Babimkabtibmas Lakukan Mediasi

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->