Iklan

Masyarakat Mengeluh Dengan Debu dan Suara Bising Perusahaan Beton PT Utama Beton Perkasa

Journal News
Jumat, 05 Maret 2021 | 07.25 WIB Last Updated 2021-03-05T00:25:54Z


Lombok Tengah Journal News- PT Utama  Beton Perkasa perusahaan yang memiliki pabrik pengolahan  beton di Desa Sukarara jalan bypass Gerung-Bandara. Pabrik ini memiliki kantor utama di Dasan Cermen Mataram. Warga di lingkungan sekitar pabrik pengolahan beton  tersebut mengeluhkan polusi debu,  Suara Bising Mesin hingga limbah cairan semen yang dibuang sembarangan. Bahkan akibat debu yang di keluarkan pihak perusahaan tersebut warga sekitar  merasakan sakit sesak napas dan mata merah akibat  debu yang di hasilkan oleh perusahaan tersebut Semenjak dibangun sudah beberapa kali masyarakat protes terkait keberadaan pabrik beton tersebut. Namun sampai detik ini tidak ada penyelesaiannya sama sekali antara masyarakat dan manajemen perusahaan. 

Seperti apa yang di keluhkan Salah seorang warga sekitar yang  tidak ingin disebutkan namanya mengatakan .kepada awak media ini 04 /03/21 Kami merasa terganggu dengan suara mesin atau molen di pabrik.pak katanya  Sampai tengah malam bahkan subuh pun tetap berbunyi. Ini membuat kami tidak bisa tidur nyenyak terlebih kalau kami sedang sakit tidak bisa istirahat yang baik. Belum lagi masalah debu kalau arah  angin  tertuju ke rumah kami  maka kami hanya nikmati debu penuh di rumah. Tidak bisa buka pintu dan jendela. Ruangan akan kotor dan kami yang alergi debu jadi gejala batuk dan bersin bahkan pilek. Ungkapnya pada  awak media ini 

Warga lain juga mengatakan permasalahan yang demikian bahkan limbah dan truk pengangkut dimandikan sembarangan jadi irigasi dan lahan pertanian terganggu. Jadi kami hanya pasrah saja  akibat  polusi tersebut

LSM Kasta DPC Jonggat turut berkomentar.  (Lalu Subadri) mengatakan saat ditemui di kediamannya Desa Sukarara menyampaikan "kami Atas nama lembaga swadaya masyarakat Kasta Jonggat menyanyangkan sikap pimpinan perusahaan yang hanya koordinasi dengan pemdes dan segelintir orang. Tidak pada masyarakat secara umum. Bahkan perusahaan belum ada kontribusi ke desa baik secara kegiatan sosial maupun bantuan CSR untuk masyarakat terlebih saat pandemi seperti ini sudah setahun pandemi tidak ada bantuan masker ataupun sembako. Belum lagi kita akan hearing ke dinas terkait apakah perusahaan ini memiliki izin AMDAL atau tidak ini patut dipertanyakan. Harapan saya dan masyarakat pabrik beton ini ditutup kalau tidak ada respon terkait keluhan masyarakat katanya

Dilain pihak ketika awak media menghubungi kepala Desa Sukarara 04/03/21  (Jumasre) lewat whatupnya dirinya mengatakan bahwa selama ini kontribusi pihak perusahaan terhadap pembangunan sosial tidak ada akunya hanya saja tenaga kerja banyak yang di ambil dari dalam desa akunya

Sedangkan di lain pihak ketika awak media ini mempertanyakan hal tersebut kepada manajemen perusahaan  PT. Utama Beton Perkasa   ( Doni ) yang di di temui di kantornya  dirinya mengatakan  kalau selama ini masyarakat  belum ada yang datang mengadu ke kami   tentang  permasalahan debu tersebut katanya  dan yang dan pihaknya akan segera  cross check di sekitar  pabrik ungkapnya  sedangkan  untuk jam operasional malam dirinya  membenarkan  kalau setiap malam tetap beroperasi untuk memenuhi  target produksi katanya dia juga mengatakan  bisa saja pabrik beroperasi sampai 24 jam ungkapnya. (Kamarwan) 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Masyarakat Mengeluh Dengan Debu dan Suara Bising Perusahaan Beton PT Utama Beton Perkasa

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->