Iklan

Harga bahan bangunan RTG meroket penerima protes, UD dan Ketua Pokmas diduga bermain

Journal News
Jumat, 19 Maret 2021 | 05.38 WIB Last Updated 2021-03-18T22:38:26Z

Lombok Tengah Journal News-Rumah Tahan Gempa (RTG) Merupakan rumah bantuan untuk korban gempa yang mengalami rusak ringan, sedang hingga berat. Anggaran yang dikucurkan berkisar 10jt 25jt hingga 50jt per penerima tidak semua berjalan mulus meski rehab dan rekontruksi sudah dua tahun berjalan pun demikian yang dialami RTG Pokmas Pagutan Dua yang dianggarkan realisasi bulan februari-maret 2021 timbul beberapa pertanyaan dari penerima manfaat RTG. Mulai dari Harga Yang mahal, Ketua tidak transparan, tidak ada kesepakatan harga dengan anggota kelompok hingga tercium UD mendadak dapat tender. 

Kamis 10 Maret 2021 seorang penerima RTG yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pada awak media ini. Saya merasa tidak puas dengan UD Rinjani Selaku aplikator harga terlalu tinggi bebeda dengan aplikator di pokmas lain harga lebih rendah bahkan bedanya bisa puluhan hingga ratusan ribu per item. Contoh saja ini pesan batu-bata proyek yang biasanya harga Rp 450-600/biji ini harga tembus 900/Biji kalau beli seribu bata bisa beda 300rb. Belum lagi besi dan lain-lain. Kami dapat bantuan dari pemerintah tapi harga dimarkup dan dimainkan segelintir orang. 

Senada dengan anggota pokmas Bendahara Pokmas Pagutan 2 mengatakan dalam konfirmasinya di rumahnya "dari awal pokmas kami tidak berjalan mulus, tidak ada penetapan harga  bersama bahkan UD pun muncul secara tiba-tiba. Saya jadi bendahara tapi hanya digunakan sekali dalam tanda pencairan di bank. Selebihnya yang punya urusan adalah  ketua pokmas dan orang-orang penting seperti UD hingga fasilitator. Sempat sudah pertanyakan ke ketua dan UD Rinjani di Tunjang malah jawaban tidak enak yang di dapat. Hanya dijawab rumah "syukurm sak mauk"artinya rumah gratis yang penting dapat.  permasalahan lain anggota kami adalah harga kayu lokal yang tembus harga 6jt per kubik dan ada anggota yang pesan besi merek HI** ukuran 8" namun yang diantarkan besi tanpa merek tidak main jumlahnya 40 lonjor besi. Kalau kita akumulasikan kerugian anggota dari Mark Up harga mencapai kisaran 5-12jt per penerima tergantung jumlah dan jenis barang yang diambil.  Ungkapnya Sahril atau yang akrab disapa Yeng.
Berbeda penjelasan UD. Rinjani  terkait permasalahan harga mengungkapkan dalam konfirmasinya melalui telepon mengatakan untuk urusan harga sudah sesuai dengan RAB dan putusan Ketua Pokmas dan Fasilitator. Terkait rencana kenaikan harga lagi dari format yang sudah disebarkan secara sepihak itu dibatalkan setelah banyak yang protes. Ungkapnya pak Jumawar selaku pemilik UD Rinjani Dusun Tunjang Desa Pagutan.


Sementara Ketua Tim fasilitator RTG Pagutan Dua rusak Sedang (RTG RS) mengatakan dalam tanggapan melalui telepon Kamis 18 Maret 2021 kepada awak media menyampaikan. Terkait pembentukan kelompok diputuskan secara bersama dalam musyawarah terbentuk Ketua sekertaris dan anggota atas inisiatif penerima RTG siapa yang siap dia jadi pengurus. Kemudian atas dugaan UD mendadak dapat jatah adalah atas penunjukan aplikator arahan kepala Desa Pagutan bapak Subandi. Kami dari fasilitator sudah memberikan arahan manfaatkan pengusaha dan toko bangunan sekitar Desa Pagutan. Permasalahan harga kami sudah tekankan harga sesuai satuan harga di toko lokasi Desa RTG dibangun supaya tidak ada menjadi gejolak. Kalaupun beda seribu atau dua ribu tidak jadi masalah. Uangkapnya Ketua Tim Fasilitator. 

Sementara ketua pokmas sampai seminggu investigasi lapangan dan penyerapan informasi belum bisa memberikan keterangan berhubungan dengan kesibukan luar tupoksi dari ketua pokmas. ( uji.p)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Harga bahan bangunan RTG meroket penerima protes, UD dan Ketua Pokmas diduga bermain

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->