Iklan

Gapoktan Desa Pegagan Lor dan Kidul Dukung Dirut Bulog Tolak Impor Beras

Journal News
Rabu, 24 Maret 2021 | 12.38 WIB Last Updated 2021-03-24T05:38:06Z

Cirebon //- Gapoktan Tani Desa pegagan lor dan pegagan kidul Kecamatan Kapetakan Kab. Cirebon Jawa Barat sepakat dengan Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menolak impor beras. Hal itu disampaikan ketua Gapoktan Sri Mulya Tani Desa pegagan lor Rusman bersama Gapoktan Sri Mulya Juhanda didampingi Ketua Gapoktan Sri Jaya Rosidi Boyos, Rabu (24/3/2021).

Dia mengaku saat ini banyak menerima laporan dari jejaring Gapoktan Tani di Jawa Barat yang mayoritas para petani. Beberapa daerah di Jawa Barat yang tengah panen mengalami penurunan harga yang signifikan.

Seperti diinformasikan di daerah Pangandaran, harga gabah di angka Rp3.500 per kilogram, kemudian di Karawang bahkan ada yang sampai angka Rp2.800 per kilogram. Selain dikarenakan musim hujan, juga dikarenakan ramainya kabar impor beras.

"Anjloknya harga gabah karena ramai impor beras. Tentu disamping karena musim hujan yah," Ujar Para Ketua Gapoktan Desa Pegagan Lor dan Kidul Kec. Kapetakan 

Dia menyampaikan, di Kabupaten Cirebon para petani kompak  menolak impor beras, mulai dari pimpinan pusat sampai daerah. Karena jelas merugikan petani. Karenanya, dia mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana itu. 

“Kebijakan impor beras, sudah saatnya diakhiri karena selalu mengorbankan nasib wong cilik khususnya kita petani. Apalagi petani selalu menghadapi persoalan saat proses pengolahan, mulai langkanya pupuk, sampai diserang hama penggerek batang," bebernya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok beras nasional hingga Mei 2021 diperkirakan mencapai 24,90 juta ton dan didorong hasil panen raya selama Maret-April. Sementara kebutuhan beras nasional diproyeksi mencapai 12,3 juta ton. 

“Jika kebijakan impor beras ditujukan sebagai bagian dari operasi pasar untuk menyeimbangkan harga beras, keefektifannya pun patut diragukan. Sebab momentumnya menjelang panen raya,” katanya.


Sementara itu Bumi desa Pegagan kidul Kec. Kapetakan kabupaten Cirebon Sdr Sudin menyampaikan, harga gabah saat ini anjlok, yang jelek atau rebah bisa di angka Rp3.000 per kg, sedangkan yang super atau yang paling bagus paling di angka Rp4.200 – 4.300 per kg. 

“Yang paling utama karena musim hujan, terus ada juga karena ramai kabar soal impor beras,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah bisa membantu meningkatkan harga gabah, dengan demikian kesejahteraan petani bisa dirasakan. Karena sesungguhnya petani orang yang paling menentukan nasib generasi bangsa dengan konsisten menggarap sektor pangan. 

“Kita berjuang di sektor pangan, harusnya lebih diperhatikan,” Sudin seraya menyampaikan jika sektor pangan lemah, negara juga bisa lemah. Tukasnya. 

Terpisah, Sanaji SP. Petugas PPL Desa Pegagan lor berpesan semoga harapan para petani Desa Pegagan lor maupun Pegagan kidul bisa dingarkan oleh pemangku kebijakan agar petani kita khususnya di wil kec. Kapetakan kab. Cirebon bisa mendapatkan harga gabah yang sesuai saat panen raya. Ungkapnya. 


Laporan : (Wadira)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gapoktan Desa Pegagan Lor dan Kidul Dukung Dirut Bulog Tolak Impor Beras

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->