Iklan

DOREN WAKERKWA: JIKA ADA KECURANGAN DANA OTSUS PAPUA SILAHKAN MASUK PERIKSA

Journal News
Selasa, 02 Maret 2021 | 07.10 WIB Last Updated 2021-03-02T00:10:41Z

JAYAPURA-PAPUA //- Pemprov Papua klarifikasi terkait penggunaan dana Otsus beberapa hari terakhir sebesar Rp1,8 triliun lebih yang menjadi temuan BPK dan Kepolisian., pada Senin,(01/03/2021) pukul 10.00 wit di ruang Sasana Karya Kantor Gubernur Provinsi Papua,
Dok 2, Kota Jayapura.

Didampingi Kadis Bappeda Papua, Yohanis Walilo dan Kadis Kominfo Papua, didepan awak media Penjabat Sekda Papua, Doren Wakerkwa, mengatakan, pembagian dana Otsus ini sudah dibagi sesuai peraturan daerah khusus (Perdasus) nomor 25 tahun 2013 tentang pembagian, penerimaan, pengelolaan keuangan dana Otsus dan pembagian, penyaluran serta pembiayaan untuk program strategis lintas kabupaten/kota.

Menurutnya, pembagian dana otsus dari tahun 2002 pada masa kepimpinan mantan Gubernur Jap Solosa dan mantan Gubernur Barnabas Suebu pembagian 60 persen dikelolah Pemerintah Provinsi dan 40 persen dana otsus dikelolah Pemerintah Provinsi Papua dengan total dana Rp. 27 Triliun lebih.

Sementara, masa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal sejak periode pertama dilantik tahun 2013 telah mengatur format dan tatacara pembagian dana Otsus yang mana pada tahun 2014 sampai hari ini.

Pembagian dana Otsus tersebut 80 persen ke Kabupaten/kota dengan rincian pendidikan 30% kesehatan 20% ekonomi 15% pembinaan Otsus kabupaten kota 5% dan 10% untuk bantuan ke masyarakat.

20 persen dana otsus yang dikelola Pemprov Papua di salurkan bantuan keagamaan dan 10% lainnya disalurkan ke dinas-dinas yang menangani orang asli papua (OAP).

“Lebih lanjut Soren Wakerkwa menjelaskan penganggaran dana otsus di Provinsi Papua sudah jelas semua berjalan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” jelas Doren Wakerkwa.

Menurutnya, pembagian dana Otsus, dimasa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal sudah jelas, dan sesuai juknis yang ada.


“Kalau dibilang penyelewengan dana Otsus senilai 1,8 Triliun itu tidak mungkin, karena pembagian dana otsus ini sudah sesuai Perdasus nomor 25 tahun 2013 tentang pembagian penerimaan dan pengelolaan dana otsus sertia pembiayaan untuk program strategis kabpaten/kota,” ujarnya.

Doren menghimbau kepada pihak terkait, kalau mau menjatuhkan dan mematikan karakter pemimpin papua, jangan memakai cara-cara demikian, karena semua data pembagian dana Otsus ini ada pada data kami.

“Dana otsus sudah dibagi dgn jelas, kalau ada yg bilang kecurangan terjadi 1,8 m itu dimana, kalau hanya mediskreditkan pemimpin Papua jangan dengan cara begitu kalau ada kecurigaan seperti itu ya silahkan masuk periksa,” tegas Doren Wakerkwa.

"Jika ada kecurigaan yang dianggap merugikan negara, maka silahkan masuk periksa secara diam-diam. Kami sebagai penyelenggara pemerintahan dan bagian dari NKRI," pungkasnya.


Laporan : (Azul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DOREN WAKERKWA: JIKA ADA KECURANGAN DANA OTSUS PAPUA SILAHKAN MASUK PERIKSA

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->