Iklan

Diduga Pemerintah Desa Pagutan Tidak Transparan Forum Pemuda Peduli Desa Hearing Ke Kantor Pagutan

Journal News
Rabu, 24 Maret 2021 | 10.37 WIB Last Updated 2021-03-24T03:37:03Z


Lombok Tengah Journal News-Forum Pemuda Peduli Desa (FPPD) lembaga atau paguyuban dari kumpulan pemuda-pemuda Desa melakukan Hearing atau mempertanyakan kejelasan realisasi penggunaan anggaran Desa baik DD ADD, BUMDES  maupun lainnya terlaksana tanggal 22 Maret 2021. Sebelumnya pada tanggal 16 Maret FPPD sudah bersurat untuk diadakan tanggal 17/18 Maret namun kesiapan pemdes dan jajaran sehingga terlaksana  dengan kesepakatan dalam berita acara diadakan Senin 22/03/21. Dalam musyawarah kesepakatan tersebut pemdes siap menghadirkan perangkat Desa, BPD dan Direksi BUMDes. 
Secara prosedural FPPD bersurat ke BPD sehingga bisa difasilitasi terselenggara. 
 Dalam kegiatan diskusi atau hearing ini bertujuan untuk menanyakan kejelasan anggaran dana Desa, ADD BUMDes maupun lainnya. Kemudian sisi lain yang dipertanyakan oleh FPPD terkait bongkar-pasang aparatur desa dari jajaran staf hingga perangkat.  

Acara hearing ini dimoderatori oleh Ketua BPD Pagutan Ramli Ahmad, S.Pd . Adapun dari pihak FPPD Deden Faisal Rahman Selaku Ketua Merincikan dan mempertanyakan kejelasan anggaran BUMDes yang dimana struktur direksi yang vakum hingga anggaran diduga salah gunakan.   Permasalahan kedua tapal batas Desa anggaran yang tembus 61.jt   yang ketiga anggaran BKD 2019/2020 yang belum dicairkan masih sekitar 8-10jt.  
Dalam pertanyaan ini pemdes baik Kades Subandi memberikan Jawaban. Terkait BUMDes mengakui gagalnya pengelolaan Mulai dari kekosongan bendahara, Ketua vakum hingga sekertaris pun dalam kondisi hearing seperti ini tidak hadir.   Ke depan akan kita dievaluasi. Sedangkan anggaran tapal batas tidak bisa dijelaskan secara detail.  Lalu anggaran BKD yang anggaran tahun lalu tidak sempat dicairkan pun demikian Subandi menanyakan staf desa dari 30jt anggaran berapa yang sudah dicairkan. Staf Desa hanya menjawab baru 19jt. Sisanya belum dicairkan. 

Belum berjalan dua jam pimpinan diskusi atau ketua BPD  sempat ingin menutup acara namun peserta protes karena sudah jelas membatasi hak memperoleh informasi publik. 

Senada dengan Deden,  Ahmad Yani selaku inisiator FPPD mengatakan dalam hearing tersebut sangat kecewa dengan sikap pemdes sudah diberikan waktu lima hari untuk persiapkan data-data dan perangkat desa namun masih saja  tidak melengkapi data bahkan hal sederhana pun tidak bisa dijelaskan. Misalnya anggaran tapal Desa ini berapa untuk harga semen, batu, pasir dll. Masak hanya bangunan segitu habis 61.jt.  ini tidak mungkin bisa jadi markup anggaran atau penyelewengan. Belum lagi birokrasi di desa ini sudah carut marut beberapa staf terpaksa mengundurkan diri karena sikap kepala desa tanpa ada pembinaan yang baik. Dalam masa periode bapak Subandi sudah beberapa yang dipecat.  Mulai dari permasalahan Kadus Pagutan, pemecatan kader posyandu berprestasi, pengunduran diri Kadus Sangkawati hingga non aktifnya staf pak Rauf yang isunya diturunkan jabatan menjadi staf biasa. Dalam kesempatan ini Ahmad Yani meminta kepala Desa untuk evaluasi diri dulu sebelum pecat memecat dilakukan.  Jangan sampai ini terus-menerus terjadi ungkapnya.
 Dalam kesempatan ini sekertaris Desa Menanggapi kalau pembangunan tapal batas belum dicat harus dengan kondisi yang stabil, pembangunan tugu tersebut pun mahal harus konsultasi. Nanti akan diberikan rincian data lengkap setelah teman-teman FPPD bersurat permohonan data. Terus terang kami dalam tahap dievaluasi oleh inspektorat terkait anggaran sehingga. Data kami belum lengkap. 


Abdurrahman selaku tokoh pemuda Pagutan juga ingin diskusi ini real tidak hanya debat kusir saja.  Kalau teman-teman minta data ya tunjukan data ini loh data supaya teman-teman ini tidak curiga kalau pemdes tidak realistis menjawab berarti ini jelas ada yang tidak beres. Mari BPD dan pemdes berikan kejelasan informasi sehingga tranparansi ini ada di Desa kita. Sudah baik tujuan rekan-rekan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan di Desa tercipta dengan baik ( uji purnama)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diduga Pemerintah Desa Pagutan Tidak Transparan Forum Pemuda Peduli Desa Hearing Ke Kantor Pagutan

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->