Iklan

Bendungan Krueng Pasee Tidak Dikerjakan Secara Maksimal

Journal News
Selasa, 16 Maret 2021 | 20.36 WIB Last Updated 2021-03-16T13:36:42Z

Aceh Utara//Proyek 60 Miliyar untuk Pembangunan Bendungan yang roboh akibat banjir beberapa waktu yang lalu sudah lama dikerjakan. Bendungan ini rencananya di rehab dan dibangun permanen guna untuk membendung aliran Krueng Pasee yang hulunya terletak di Kabupaten Aceh Utara dan bermuara pada kawasan kegiatan ekonomi di sembilan Kecamatan sebagai kebutuhan irigasi masyarakat sekitar.

Untuk memastikan produksi pertanian berjalan baik, ketersediaan air secara berkelanjutan harus bisa dijamin. Dengan adanya pasokan air yang berkesinambungan, kinerja sektor agrikultur setidaknya akan berlangsung dengan cepat terlebih bagi masyarakat yang ada di sisi hulu.

Namun, sayangnya, terpantau dilapangan pengerjaan ini di segi teknis masih kurang tepat, disini terlihat bahwa upaya pemerintah dalam membangun bendungan yang begitu masif pun belum menjadi solusi yang tepat dan memberi kontribusi maksimal bagi masyarakat yang seharusnya sudah mulai masuk kemusin tanam.

Hanya tumpukan batu dan berlobang, terlihat para petani mengangkut jerami padi menggunakan mobil L300 membawa ke lokasi bendungan di gampong leubok tuwe untuk menyangga lobang-lobang tersebut. Pasalnya pebangunan tanggap darurat yang dibangun dinas PUPR melalui kontraktor pelaksana dilapangan sementara belum maksimal, sehingga para petani tersebut terpaksa mengerjakan inisiatif sendiri menutupi lobang mercu bendungan dengan jerami untuk bisa dialirkan air kesayapkanan maupun sayap kiri.

Akibat belum maksimal tersebut ,ada sekitar 11.000 areal persawahan warga di sembilan kecamatan di Aceh Utara mengalami kekurangan air, yaitu meliputi Syamtalira Bayu, Samudera, Meurah Mulia, Tanah Luas, Nibong, Tanah Pasir, Syamtalira Aron,Matangkuli dan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. 

Ketua Forum Geuchik, Zakaria Aris, mewakili seluruh masyarakat tani di Tanah Luas,  melihat manfaat dari hasil pembangunan bendungan memang belum optimal, dan pekerjaan yang di lakukan oleh para petani hari ini merupakan atas ide kreatif sendiri ,untuk menutupi lubang-lubang bendungan supaya air bisa mengalir ke sayap kanan dan sayap kiri,Ungkap nya.


"Harapan kepada pemerintah melalui dinas terkait  dan kontraktor pelaksana, supaya pembangun tersebut secepat mungkin dikerjakan permanen agar, para petani  di desa-desa bisa normal turun kesawah tidak mengalami kekurangan air ke saluran irigasi,karna mengingat pembangunan tersebut untuk sementara sebagai ujung tombak petani bisa menggarap sawah sawah mereka"

Proyek tersebut sumber anggaran dari APBN tahun 2021 dipekirakan lebih kurang 60 milyar rupiah, ini sudah rampung di kerjakan sementara dengan tanggap darurat hingga permanen, namun saat ini kondisi dilapang belum ada pekerjaan lanjutan sedangkan para petani di seluruh kecamatan sudah membutuhkan air untuk menggarap sawah mereka dan bercocok tanam.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Ir Mawardi bersama Kepala Balai Wilayah sungai Sumatera 1 Aceh, Djaya Sukarno, saat nerkunjung kelokasi, Jum'at (12/02/2021), menjelaskan, pembangunan bendungan ini akan dikerjakan secara bertahap hingga selesai permanen, Kata nya. 
"Kondisi ini dipastikan akan segera teratasi hingga selesai permanen nanti nya".


Mawardi menambahkan, hal tersebut tidak menjadi  kendala,kata dia memang proyek ini harus dikerjakan sampai selesai bisa normal seperti sedia kala,jelas nya. 

"Kita perkirakan pada tahun 2021 ini akan rampung  dikerjakan", tutupnya. 

Reporter: Sayful Tanlus
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bendungan Krueng Pasee Tidak Dikerjakan Secara Maksimal

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->