Iklan

Resolusi Sebelum Revolusi Dalam Rangka Meluruskan Rel Konstitusi Bangsa dan Negara oleh: Fahri Lubis, Revolusioner Konstitusi

Journal News
Minggu, 28 Februari 2021 | 12.16 WIB Last Updated 2021-02-28T05:16:55Z

JOURNALNEWS //-UUD 1945 termasuk salah satu konstitusi progressif di dunia. Di dalamnya terdapat semangat anti-kolonialisme dan pro-kesejahteraan sosial. Pasca reformasi, seiring dengan menguatnya angin liberalisme, UUD 1945 mengalami empat kali amandemen. Banyak yang berubah: UUD 1945 tidak asli lagi…

Satu hal yang patut dicatat dari amandemen itu: yang terjadi bukan proses melengkapi UUD 1945 itu agar senafas dengan kemajuan jaman, tetapi justru upaya mengotak-atik isinya dan membuang segala fondasinya yang berbau anti-kolonialisme dan pro kesejahteraan rakyat.

Hasilnya pun gampang ditebak. Sejak amandemen, kita menemui kembali bentuk-bentuk kolonialisme lama, yang dulu diperangi founding father kita, dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, politik, dan budaya.

Pengaturan ekonomi oleh negara dihilangkan: liberalisasi perdagangan, deregulasi, dan privatisasi. Model pengelolaan kekayaan alam dan sumber daya nasional pun berorientasi keluar (asing). Tujuan kegiatan ekonomi adalah keuntungan bagi usaha perseorangan, bukan lagi kemakmuran rakyat. Kita bukan lagi warga negara, tetapi sudah menjadi warga pasar.

Hanya satu-satunya solusi untuk mengatasi kompleksitas masalah ini adalah kembali ke rel konstitusi dasar kita yaitu UUD 1945 yang asli.


Laporan: Jalal
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Resolusi Sebelum Revolusi Dalam Rangka Meluruskan Rel Konstitusi Bangsa dan Negara oleh: Fahri Lubis, Revolusioner Konstitusi

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->