Iklan

MENUJU SMART CITY, ORANG ASLI PAPUA HARUS MELEK IT

Journal News
Rabu, 17 Februari 2021 | 19.02 WIB Last Updated 2021-02-17T12:02:52Z

JAYAPURA(Papua)–//Pemerintah Provinsi Papua mendirikan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (DETIKDA) Papua guna melakukan percepatan dalam bidang teknologi salah satunya pencapaian utama saat ini adalah Smart Nation

M. El Bahar Conoras selaku Wakil Ketua DETIKDA Papua menyampaikan bahwa 5 tahun lalu pihaknya mengagas tentang Melek IT khusus bagi orang asli Papua karena berbicara IT di Papua tetapi masyarakat Papua tidak melek untuk IT maka tidak ada artinya

“Setelah kita berbicara tentang melek IT, kita mulai berfikir Infrastruktur IT seperti apa, maka kami menggagas membentuk tim dalam upaya merebut tol langit yang kita kenal dengan proyek palapa itu, semata-mata tujuan utamanya untuk Digitalisasi pada PON XX di Papua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Birokrasi kita belum berfikir terkait perkembangan TIK di Papua karena memang keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga DETIKDA diharapkan dapat menjadi motor penggerak dengan prioritas dalam menyiapkan SDM

“Oleh karena itu kami bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Kompter (APTIKOM) seluruh Indonesia, kami sudah menandatangani MOU dan secara otomatis Ketua APTIKOM Pusat menjadi tenaga ahli di DETIKDA Papua,” ujarnya

Terkait gagasan Smart City, Bahar mengatakan bahwa bagaimana mau membangun smart city kalau city nya sendiri belum smart karena smart city ini merupakan satu sistem

“Ketika mau membangun Smart City maka kita harus mengenal dahulu apa itu smart city, selama ini orang mau membangun smart city misalnya mereka membeli smart city versi Bandung di bawa ke Papua, tetapi kultur dan budaya orang Papua tidak sama, sehingga terjadi hambatan dan masalah” jelasnya

Bahar menjelaskan bahwa Smart City ini sudah menjadi kebutuhan, tidak bisa lagi kita tolak, tidak bisa kita pilih karena memang ini harus ada sebab untuk meningkatkan pelayanan publik secara digital, salah satu jalannya adalah dengan smart city

“Kita belajar selama era Pandemi COVID-19, sebelumnya kita melakukan sesuatu dengan manual, tetapi saat ini kita harus melakukannya secara digital,” kata Bahar
Ia juga menambahkan bahwa saat ini Digitalisasi sudah sangat berkembang pesat dan sangat mepengaruhi, sehingga sebagai orang yang lahir di Generasi X harus bisa menyesuaikan diri dengan Generasi Z yang terlahir di era Digitalisasi, sehingga kesenjangan yang terjadi bisa di minimalisir.

“Oleh karena itu DETIKDA hadir, semoga bisa menjadi katalisator untuk kesenjangan generasi yang terjadi,” harapnya

Selaku Wakil Ketua DETIKDA Papua pihaknya berharap agar Papua lebih siap dalam pembangunan dan pelayanan secara Digital maka hal utama yang harus disiapkan adalah terkait infrastruktur yang baik.

“Kemudian melakukan berbagai kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di Papua bahwa Digitalisasi ini sangat penting bahkan menjadi sebuah keharusan,” tutupnya. (Amri Zul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • MENUJU SMART CITY, ORANG ASLI PAPUA HARUS MELEK IT

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->