Iklan

Mediasi Di Tingkat Kades Tidak Ada Kejelasan. Keluarga H Mahmud Akan Tempuh Jalur Hukum

Journal News
Senin, 15 Februari 2021 | 17.07 WIB Last Updated 2021-02-15T10:07:43Z

MuaraEnim -Rapat mediasi antara keluarga H Mahmud bin Jage dengan Keluarga H Zawawi terkait kepemilikan tanah Padang Rigis Batu Puyang yang di gelar oleh pemerintah desa pulau panggung pada Senin (15/2/2021) berjalan alot, pasalnya pihak keluarga H Zawawi yang di wakili oleh anaknya Musaddad dan Najran tidak bisa menunjukkan keaslian surat SKT dan SPPH yang ia miliki.

Dari analisa dalam rapat, menyimpulkan bahwa surat SKT dan SPPH yang di tanda tangani oleh kades pulau panggung Jumharas pada tahun 2000 tersebut tidak bisa di pertanggung jawabkan, bahkan Yulizar SH yang awalnya garang yakin suratnya asli, mangkir tidak hadir dan tidak bisa menunjukkan surat aslinya di dalam pertemuan.

Musyadad adik dari Yulizar sendiri mengakui bahwa terbitnya surat tanah tersebut adalah ulah orang tuanya Zawawi. Namun yang membuat janggal pihaknya tidak menunjukkan surat ahli waris yang sebelumnya pernah diperlihatkan kepada publik untuk melancarkan aksinya dalam menjual (Mengkaplingkan) tanah tersebut.

"Aku dak tau pak, ini surat gawean orang tuaku, kami siap walaupun kasus ini sampai ke penegak hukum (Pidana)" Ujar Musaddad

Bahkan saat Kades pulau panggung menginstruksikan agar Yulizar, Musaddad, dan Najran mengembalikan sejumlah uang panjar milik warga Semende yang terlanjur membeli dan membayar panjar tanah tersebut yang telah ia kaplingkan, Musaddad tidak bersedia mengembalikan uang tersebut dengan alasan yang tidak jelas. Padahal aksi yang mereka lakukan ini merupakan tindak pidana penipuan.

Sementara pihak keluarga H Mahmud dalam rapat telah menunjukkan cukup bukti bukti kepemilikan tanah Padang Rigis Batu Puyang tersebut bahwasanya merupakan Tanah Tunggu Tubang anak cucu H Mahmud dengan menunjukkan surat saksi dari ke empat batas batas tanah berbentuk surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai, beserta hadirnya sebagian besar cucu dari H Mahmud bin Jage dari yang tertua hingga yang paling bungsu.

Kepala Desa Pulau Panggung sendiri Maman Bagus Purba belum bisa menyimpulkan atas kepemilikan Tanah Padang Rigis Batu Puyang tersebut adalah milik Tunggu Tubang H Mahmud dengan membuat berita acara bahwa mediasi tidak menemukan kesepakatan dan tanah tersebut di nyatakan sengketa.

Menyingkapi hal tersebut Yondri, Usmawati dan endi MK, Nasir, dan Drs Agus (Cucu H Mahmud) mengatakan Seharusnya pemerintah desa sekelas kades yang di pilih oleh warganya dan di gaji oleh negara harus tegas, dan bisa membela rakyatnya menegakkan hukum termasuk adat istiadat di pulau panggung semende ini "Tunggu Tubang", 

"Masak tanah yang benar sah milik Tunggu Tubang warganya di bilang tanah sengketa,"

"Mereka ini sudah jelas merampas hak tanah tunggu tubang kami, dengan memanipulasi Surat kepemilikan Tanah" Ujar Yondri didampingi cucu H Mahmud yang lainnya. 

Menyingkapi hal ini Keluarga H Mahmud bin Jage akan segera melaporkan ke polisi anak dari Alm Zawawi sdr Yulizar bersama Musaddad dan Najran atas dugaan melanggar Pasal 263 KUHP (Jika seseorang memalsukan surat pernyataan kepemilikan tanah dan tanda tangan, maka tindakan tersebut patut diduga tindak pidana dengan ancaman hukumannya penjara selama 6 tahun).


Tidak hanya pasal 263 KUHP, Bahkan anak alm Zawawi,  Yulizar, Musaddad dan Najran yang telah berani merampas tanah Tunggu Tubang kami akan kami laporkan dengan pasal 385 KUHP (perbuatan curang seperti penyerobotan tanah dapat diancam dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun). 

Segala bentuk kejahatan yang terdapat dalam pasal 385 ini disebut dengan kejahatan Stellionnaat, yang mana merupakan aksi penggelapan hak atas harta yang tak bergerak milik orang lain, seperti tanah, sawah, kebun, gedung, dll.

"Kita akan dukung polisi khususnya Polres Muara Enim (Polsek Semende) untuk mengungkap kasus ini hingga ada tersangka nya, dan mengungkap apa bila ada oknum oknum yang membekengi Yulizar dalam menjalankan aksinya" Ujar Pihak keluarga H Mahmud bin Jage. 


Laporan : (Endi/Asrul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mediasi Di Tingkat Kades Tidak Ada Kejelasan. Keluarga H Mahmud Akan Tempuh Jalur Hukum

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->