Iklan

CHECKING PPKM MIKRO, BUPATI TURUN LAPANGAN

Journal News
Selasa, 16 Februari 2021 | 14.22 WIB Last Updated 2021-02-16T07:22:36Z

KAJEN //– Untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si bersama unsur Muspida diantaranya wakil bupati Ir Arini Harimurti, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres serta Kajari melakukan checking langsung ke Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen, Desa Watugajah kecamatan Kesesi dan Desa Yosorejo kecamatan Siwalan, hari ini Selasa (16/02) pagi. 

Selain untuk mengetahui bagaimana implementasi dari PPKM mikro, juga untuk mengevaluasi kendala dari aspek puratif maupun aspek preventifnya.

“Alhamdulilah yang di desa Tanjungsari kecamatan Kajen ini sudah ada hasil yang baik. Alat, analisanya, bahannya, datanya cukup. Kemudian preventif dan puratifnya juga kita siapkan,” tutur Bupati saat meninjau posko PPKM mikro Covid19 Desa Tanjungsari Kajen.

Kalau pelaksanaan PPKM Mikro ini efektif, Bupati meyakini bahwa penyebaran covid 19 di kabupaten Pekalongan trennya akan turun utamanyapada bulan Februari.

Bupati juga menyampaikan pihaknya akan replikasi PPKM Mikro ini ke desa-desa yang punya potensi, zona kuning, orange dan merah.

“Jadi akan kita lihat. Apalagi yang zona merah ini menjadi atensi khusus kita. Tapi setidaknya kalau seluruh desa sudah menyiapkan program ini secara mandiri, maka ini akan mempermudah proses pengurangan penyebaran covid di Kabupaten Pekalongan. Tapi vaksinasi tetap kita dukung, kemudian kepatuhan terhadap protocol kesehatan juga menjadi hal yang utama yang tidak boleh kita lupakan,” ungkapnya.

Terkait alasan desa Tanjungsari dipilih menjadi desa yang menerapkan PPKM Mikro, Bupati menjelaskan karena Desa Tanjungsari masuk zona kuning, dimana kriteria zona kuning adalah jika suatu desa ada 1 -5 penderita covid. Sedangkan desa Tanjungsari terdapat 2 orang penderita covid. Namun saat ini telah 15 hari lebih penderita melakukan isolasi mandiri. Dan Desa Tanjungsari yang sebelumnya zona kuning kini dinyatakan sebagai daerah hijau.

Usai desa Tanjugnsari, tinjauan Bupati dilanjutkan ke Posko PPKM Mikro Desa Watugajah kecamatan Kesesi. Bupati mengatakan di desa watugajah juga terdapat 2 kasus covid 19 sehingga termasuk zona kuning. Dijelaskan pula PPKM mikro ini sangat manfaat karena ketika terjadi kasus, langsung ada langkah-langkah baik preventif maupun puratif.
“ Langkah preventif, seluruh lingkungan ditracking semua, yang positif covid mendapat atensi khusus, kita jaga, rumahnyapun harus standar memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, dan dalam pengawasan. Bedanya, yang dulu tidak ada pengawasan. Sekarang dilakukan pengawasan yang efektif oleh tim PPKM mikro di desa,” terang Bupati.

Laporan : (Ar-Kominfo)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • CHECKING PPKM MIKRO, BUPATI TURUN LAPANGAN

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->