Iklan

Beginilah Nasib Pekerja Seni Di Pamanukan Yang Menjadi Korban Banjir

Journal News
Senin, 22 Februari 2021 | 11.35 WIB Last Updated 2021-02-22T04:35:43Z

SUBANG//- Pekerja Seni yang berada diwilayah pamanukan, yang juga merupakan korban banjir dari dua minggu silam terpaksa mengamen dan mengemis dijalan pantura pamanukan.


Dedi Topik, seorang seniman berasal dari Dusun Kedunggede Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan, Subang terpaksa mengamen dan mengemis dijalan Pantura karena tidak ada pekerjaan (panggungan), dan ditambah rumah miliknya terendam banjir berhari-hari.

"Saya terpaksa seperti ini karena tidak ada nya pekerjaan (panggungan) karena dampak pandemi Covid-19, ditambah lagi rumah saya kebanjiran sudah dua minggu dan barang-barang saya hilang dikarenakan rumah saya jebol akibat banjir." Ujar Dedi


Selain pekerja seni seperti Dedi, para warga yang berprofesi lainnya juga ikut terdampak karena banjir dan terpaksa mengemis dijalan pantura tersebut.


Dikatakan Asih, yang juga merupakan warga Desa Mulyasari bahwa ekonomi mereka nyaris lumpuh karena aktivitas sehari-hari nya jualan atau berdagang yang kini terhalang oleh bencana banjir.

"Yaa biasa nya jualan, sekarang gimana mau jualannya, rumah dan alat-alat nya juga terendam dan ada yang hanyut, kita tidak bisa mencari uang untuk sehari-hari." Ungkap Asih




Gilang Nugraha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Beginilah Nasib Pekerja Seni Di Pamanukan Yang Menjadi Korban Banjir

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->