Iklan

AKIBAT TAMBAK UDANG, PENUTUPAN HULU SUNGAI MASYARAKAT.PULAU BULOH RESAH.

Journal News
Selasa, 23 Februari 2021 | 17.45 WIB Last Updated 2021-02-23T10:45:45Z

BATAM JOURNAL NEWS/  ketua pokmaswas) Kelompok Masyarakat Pengawas lingkugan hidup pulau buloh (sapit) merasa kecewa terhadap (PT. Indo Tirta Suaka) pulau bulan diduga melakukan kegiatan penutupan hulu sungai tempat mata pencarian  nelayan pulau buloh terancam hilang,


"Kegiatan penutupan hulu sungai di pulau bulan wilayah kerja kelurahan batu legong kecamtan bulang  merupakan area ground fishing nelayan pulau buluh sugai lebai pulau bulan.Tgl /19/2/ 2021



"perusahaan PMA (Penanam Modal Asing) PT.indo tirta suaka) diduga mereka belum mengantongi izin Amdal. dari pantauan  awak media  memang mereka sudah makukan.kegiatan diduga tampa Amdal,namun masyarakat setempat, dan"  pemerintah setempat, atau paling tidak organisasi kemasyarakatan atau, aktivis" lingkungan yang ada di sini.kata (sapit) seharus nya dilibat kan kata nya ke awak media.


Namun jika tidak memiliki izin kegiatan  tersebut, tentu kami berharap akan segera ada tindakan hukum terkait mehentikan  kegiatan tersebut sebab kami berharap tetap  kata (sapit) terus bisa melestarikan hutan mengrove di pesisir pulau batam ini,ujar (sapit)



"Selain dari itu kata ( sapit) pt.indo tirta suaka)  diduga masih belum mengantongi izin, reklamasi dari (DLH.) Dinas lingkugan hidup  kota batam menurut  (sapit) namun kegiatan itu terus saja berjalan.


"1satu unit alat berat terus saja melakukan pegorekan lahan di hulu sungai tersebut. dan mereka rencananya akan membuat beberapa titik lokasi tambak udang yang dibangun, dan dihawatirkan ketua (pokwasmas) akan menghabiskan seluruh  hutang mangrove di kawasan  ini,  jika dibiar kan ujah (sapit)



"Selain dari itu nanti nya para nelayan akan kesulitan mencari rezeki di lokasi ini dimana mereka juga harus mencari nafkah disitu kata (sapit,) iya juga menceritakan  kami bermitra bersama pemerintah provinsi khususnya, sejang duriangkang yang memberi kami untuk program penanaman dan pebibitan mangrove di batam.


"Harapan sapit) sebagai ketua (pokmaswas) dan tim nya  DLH dinas lingkungan hidup kota batam untuk kira nya  bisa melihat yang di buat rekan-rekan (pokwasmas) pulau buloh, kami melakukan pembibitan dan penanaman mangrove, maka dari itu DLH dinas lingkungan  hidup, yang  berwenang dalam hal ini untuk dapat bertindak tegas" dan seadil adilnya, dan kami harap kan jangan hukum tajam kebawah tumpul ke atas dikarnakan kegiatan ini sudah melanggar dalam UU lingkungan hidup no 32 tahun 2009.


"Rasa cemas ketua (pokmaswas ) lantaran hutan mangrove dipulau bulan terancam punah kerna kegiatan tambak udang yang dibangun dipulau bulan persisnya disungai lebai   kecamatan bulang kelurahan batu legong kota batam mebuat ketua (pokwasmas) geram.


Bagai mana tidak menurut dia diduga kegiatan itu belum ada sosialisasinya ke masyarakat pulau buluh dan sekitarnya untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat pulau buluh, lebih-lebih lagi diduga belum mengantongi izin dari (DLH) Dinas Lingkungan Hidup kota batam, 


Dalam haal ini sesuai uu lingkungan hidup huruf (a)  bahwa lingkugan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara indonesia sebagai mana diamanatkan dalam pasal (28H) uu dasar negara republik indonesia tahun 1945....dan Pasal. 98.


setiap orang yang dengan segaja 
Melakukan perbuatan melawan hukum di pidanapenjara paling singkat ..3..tahun  dan paling lama..10.. sepuluh  tahun  dan  denda paling sedikit.3.000.000.,00  miliar rupiah, dan paling banyak ...1.0.000.000.000,00  sepuluh miliar rupiah.  




(Kepala perwakilan kepri.)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • AKIBAT TAMBAK UDANG, PENUTUPAN HULU SUNGAI MASYARAKAT.PULAU BULOH RESAH.

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->