Iklan

Warga Keluhkan Keterbatasan Alat Rapid Test

Journal News
Kamis, 14 Januari 2021 | 21.25 WIB Last Updated 2021-01-14T14:25:56Z

LAMPUNG UTARA //- Keterbatasan alat rapid test di Dinas Kesehatan Lampung Utara membuat Sejumlah warga yang ingin melamar pekerjaan merasa kecewa. Sebab, bukti dari rapid test itu salah satu syarat untuk melamar pekerjaan.

Mita salah satu warga Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura yang ingin rapid test mengatakan kecewa karena ketersediaan alat rapid test di Dinas Kesehatan terbatas. Padahal, Bukti dari rapid test itu sendiri sangat dibutuhkan untuk melamar kerja.

" Dengan Keterbatasan alat Rapid Test terpaksa saya menjalani rapid test berbayar di rumah sakit Handayani karena terdesak untuk memasukkan lamaran di Bank, " Kata dia. Kamis (14/1/2021).

Menurut dia, seharusnya Dinas Kesehatan harus menyediakkan banyak alat rapid test sehingga masyarakat mengadu nasib dengan melamar pekerjaan tidak terhambat. Sebab, sebagai warga yang kurang mampu di tengah wabah pandemi covid 19 seperti saat ini, sangat memerlukan pekerjaan demi keberlangsungan hidup.

Ia berharap kepada pemerintah daerah agar bisa menambah ketersediaan alat rapid test sehingga tidak menghambat masyarakat dalam mencari pekerjaan.

Sementara Dinas Kesehatan Lampura, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Dian Mauli, M.H membenarkan bahwa alat rapid test yang ada sangat terbatas dan anggaran juga belum ada. Hanya sekarang ketersediaan yang ada di khususkan bagi tracing - tracing.

Menurut dia, Persediaan alat rapid test mencukupi seperti sebelumnnya, kita tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin mencari pekerjaan. Alokasi anggaran dari Pemda sangat terbatas hanya untuk keperluan keperluan atau alasan tertentu, misalnya orang tugas kedinasan, menjenguk keluarga sakit keras dan akan masuk kuliah dan sekolah. Sedangakn untuk pelaku perjalanan selain ketentuan yang sudah diatur tersebut, Pemerintah Daerah memang tidak memfasilitasi karena pembatasan perjalanan orang agar penularan covid 19 berkurang.

" Rapid test antibodi yang ada di Gugus tugas covid 19 Kabupaten sudah mulai ditinggalkan, hal itu sudah ada aturan dari Kementerian Perhubungan yang menyaratkan pelaku perjalanan harus menggunakan rapid Antigen atau Swab Test, " Tuturnya.


Laporan : (BAMBANG/TIM)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Keluhkan Keterbatasan Alat Rapid Test

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->