Iklan

Pendampingan Belajar Siswa Sebagai Upaya Pemulihan Sektor Pendidikan di Era New Normal

Journal News
Kamis, 07 Januari 2021 | 17.35 WIB Last Updated 2021-01-07T10:35:44Z


Journalnews  | Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud dari Tridharma perguruan tinggi bidang pengabdian masyarakat, salah satunya dengan membantu masyarakat dalam membiasakan diri di era adaptasi kebiasaan baru.  Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat di mana mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memperkaya intelektual dan meningkatkan kualitas berfikir saja, melainkan juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitarnya
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya pemulihan sektor pendidikan, Mei Ika Mardhatillah salah satu pesrta KKN Untag Surabaya melalui programnya “Pendampingan Belajar Siswa” berupaya membantu mendampingi anak- anak usia sekolah yang ada di sekitarnya. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi ini dengan sukarela mendirikan dengan pendampingan belajar tepatnya, di wilayah RT004/01 Kampung Baban, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura. Semua kegiatan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M.


“Sebelum kegiatan pendampingan dimulai, karena memang sekupnya hanya wilayah RT004/01, saya berkoordinasi dengan petugas  RT setempat terkait dengan pelaksaan proker, kemudian setelah disetujui saya melakukan pendataan terkait peserta pendampingan belajar, dengan menargetkan 5-10 siswa dari setiap tingkatan pendidikan (TK-SMA), namun setelah dilakukan pendataan terdapat 1 Siswa TK, 5 Siswa SD, 3 Siswa SMP, dan 2 Siswa SMA” Ujar Meika.


Dalam program kerjanya, mahasiswi semester tujuh ini  membantu memberikan motivasi kepada siswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan secara daring, memahami materi sesuai dengan buku ajar  yang dipakai siswa atau yang diberikan sekolah.


“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun motivasi belajar siswa, karena bisa kembali belajar dan berinteraksi dengan siswa lain, walaupun pada pelaksanaanya peserta hanya berjumlah 3-5 siswa. Yang mana selama pandemi dengan belajar daring mayoritas orang tua mengeluh siswa jadi malas, dan tidak semangat belajar. Tidak adanya interaksi dengan siswa lain menjadi salah satu faktor menurunnya semangat belajar siswa” Ujarnya.


Meika juga menuturkan bahwa membentuk komunikasi efektif ketika pembelajaran merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya  menciptakan suasana yang tidak monoton dengan hanya membahas soal atau membantu mengerjakan tugas saja, melainkan melalui role play, mini games, ataupun diskusi, yang tentunya tidak membuat siswa merasa bosan. Terlebih lagi siswa yang aktif mengikuti pendampingan belajar dari tingkatan TK dan SD.


Mahasiswi yang mendalami komunikasi politik ini  berharap kegiatan pendampingan belajar dapat terus berlanjut tidak hanya pada saat KKN saja. Melainkan bisa terus menjadi media pembelajaran bagi siswa dalam aspek akademik ataupun non akademik. (Ridho Ilahi) 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pendampingan Belajar Siswa Sebagai Upaya Pemulihan Sektor Pendidikan di Era New Normal

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->