Iklan

Negaraku Dirampok 3

Journal News
Minggu, 10 Januari 2021 | 08.56 WIB Last Updated 2021-01-10T01:56:18Z

Juftazani

Perampokan pertama terjadi pada 30 Mei 1619
Ketika Jan Peter Zoon Coen mengerahkan pasukan kaphe-kaphe Belanda
Menaklukkan Jayakarta
Kekalahan pasukan tentara Nusantara di Jayakarta mencipratkan darah
Kekalahan pasukan Falatehan menitiskan airmata dan masa depan yang sangat suram
Pada awalnya hanya tiga orang kaphe Belanda yang mengomandoi penyerangan
Hebatnya tiga kaphe-kaphe Belanda ini berhasil mengumpulkan pemimpin pribumi
Yang biasa disebut asong
Yang menjual negeri ini demi kemakmuran dirinya, dan keluarganya



Rentak tari kaphe-kaphe Belanda membuat satu payung tiga kaki
Menjerembabkan raklyat mulai merasakan tanahnya dikuasai tanpa jual beli
Dengan heran setiap anak negeri tentu mempertanyakan apa makna satu payung tiga kaki
Tiga kaphe-kaphe Belanda merekrut masing-masing pribumi
Perekrutan pertama tangan raja-raja 
Perekrutan kekuatan orang-orang kaya
Dan perekrutan ketiga kekuatan prajurit-prajurit berkulit coklat
Untuk menguasai dan mengamankan gejolak sosial 
Bila terjadi pemberontakan atau ketidak sukaan rakyat pada kaphe-kaphe Belanda
Inilah pengumpulan tiga kekuatan rakyat negeri
Disatukan di bawah kedaulatan Nederland  Hindie yang dikenal dengan kekuatan Oligarki
Bangsa ini rajin mengaji 
Dari alif ba ta sampai kitab kuning tanpa ranji
Tapi lupa mengaji politik, sosial dan ekonomi
Hingga kaphe-kaphe Belanda melakukan perampokan besar-besaran 
Setelah berhasil duduk mencengkeramkan kekuatan oligarki 
Di tanah dan seluruh pojok negeri ini



Si Pitung, Pattimura, Hasanduin dan Antasari serentak berkata: Lawan! 
Apa yang harus dilawan
Kuasa licik tiga kulit putih dengan ribuan anak buahnya yang bernama si asong
Telah mengaji dengan cermat kekuatan politik, kekuatan sosial dan kekuatan ekonomi
Sementara anak-anak Nusantara masih saja mengaji alif ba ta dan kitab kuning
Di mesjid dan pesantren
Anak-anak berpeci putih itu lupa mendirikan pesantren untuk mengaji politik, sosial dan ekonomi juga hadir di tengah-tengah mereka
Sejak itu, nama Ibnu Khaldun, al-Mawardi dan Abu Yusuf diabaikan dan terlupakan  
Bangsa ini hanya mengaji Al-Ghazali, Imam Syafii dan bersenandung tentang kejayaan Harun Al-Rasyid 
Atau cerita Abu Nawas yang jenaka
Pantas semangat lawan anak-anak bangsa begitu mudah dipatahkan
Karena mereka membuang sebagian ilmu dan mengambil ilmu yang berkonsentrasi
Pada kekuatan hidup di dunia dan di akhir masa
Mereka hanya mengumpulkan ilmu untuk akhir masa
Dan melupakan ilmu politik, sosial, militer, sain dan kekuatan ekonomi
Sebagai pilar agar para perampok dari seluruh dunia
Tidak berdatangan dan mengadakan penjajahan yang mengerikan selama berabad-abad
Hingga pipih pipi mereka diinjak para perampok
Yang menjarah dan memeras dan mengeksploitasi mereka hingga miskin dan kurus kerontang 
Karena kelaparan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Negaraku Dirampok 3

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->