Iklan

LKPP Jatim Penuhi Panggilan Kejati Jatim,Terkait Laporan Pekerjaan Pokmas

Journal News
Selasa, 12 Januari 2021 | 15.43 WIB Last Updated 2021-01-12T08:43:39Z


Pamekasan,- Ketua Infestigasi bersama Ketua harian ( LKPP ) Jatim kembali datangi Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jawa Timur terkait proyek Pokmas yang bersumber dari dana hibah Provinsi Jawa Timur,pada hari senin (11/01/2021).

Hal itu dilakukannya karena memenuhi panggilan penyidik Kejati Jatim untuk dimintai keterangannya prihal laporan dugaan tindak pidana korupsi pada realisasi proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) dan proyek saluran air di Desa Toket dan Desa Candiburung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Diketahui, realisasi tiga paket proyek yang bersumber dari dana Hibah Provinsi Jawa Timur yang diduga ada penyimpangan tersebut merupakan anggaran tahun 2020 dengan jumlah anggaran yang tidak jelas.


Ahmad Mochtar selaku pelapor dari perkara tersebut mengatakan, kedatangannya ke Kejati Jatim itu memenuhi panggilan penyidik dari Kasipidsus untuk dimintai keterangannya.

“Bukti sementara dari dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut adalah bukti permulaan untuk dikembangkan oleh penyidik,” katanya pada saat memberikan keterangan kepada beberapa awak media,selasa (12/01/2021).

Pada saat itu, ungkap Mochtar (sapaan akrabnya), pihak penyidik menanyakan kepada dirinya tentang statmen pekerjaan yang diduga ada penyimpangan tersebut,dan sumber anggaran juga jumlah anggarannya.


“Yang jelas salah satu yang saya katakan ke penyidik, bahwa realisasi proyek tersebut patut dicurigai dan diduga terindikasi adanya tindak pidana korupsi. Sebab realisasi proyek itu sudah jelas tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,dan jumlah serta sumber anggaranya tidak jelas karena tidak adanya papan informasi juga sampai hari ini tidak terpasangnya batu prasasti” ungkapnya.

Ia juga mengatakan kepada penyidik, bahwa dari hasil pekerjaan seratus persennya yang sudah selesai beberapa bulan yang lalu,sangat jelas kalau hasil pekerjaannya sudah banyak yang retak.

“Kemudian saya juga katakan kepada penyidik, bahwa komposisi pasangan batupun diduga tidak akan bertahan lama dalam kekuatan menahan tanah, karena dari segi tatanan batunnya dan juga tidak adanya galian pondasi,sehingga kami menduga pekerjaan tersebut sudah tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB),dan terbukti dilokasi pekerjaan hasilnya sudah banyak yang retak,” tukasnya.

Kendati demikian, ia berharap kepada pihak Kejati untuk segera menindaklanjuti laporannya itu.

“Saya berharap kepada Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Jawa Timur untuk segera mengembangkan dan menindaklanjuti laporan saya itu,” harapnya.(ahd/rud)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • LKPP Jatim Penuhi Panggilan Kejati Jatim,Terkait Laporan Pekerjaan Pokmas

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->