Iklan

LIMBAH B3 BATUBARA MILIK PT.KAI DIDUGA CEMARI SAWAH MILIK WARGA DESA TANJUNG JAMBU

Journal News
Sabtu, 09 Januari 2021 | 11.39 WIB Last Updated 2021-01-09T04:39:48Z

JOURNALNEWS.ID 
LAHAT//--
Banyaknya perusahaan Pemilik IUP (Ijin Usaha Pertambangan ) yang ada di merapi area dalam pengelolaan lingkungan harus mengacu pada undang undang tentang lingkungan nomor : 32 Tahun 2009 

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU no 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup 

Dalam UU ini tercantum jelas dalam Bab X bagian 3 pasal 69 mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tercantum pada Bab XV tentang ketentuan pidana pasal 97-123. Salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). Ini jelas didalam sanksi di dalam aturan perundangan lingkungan,Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain

Saat ini mulai dirasakan warga desa tanjung jambu sawah mereka diduga tercemar limbah cair b3 batubara 

Hal ini dikatakan  Adi Poltak pemilik sawah warga desa Tanjung Jambu Merapi Timur, Kabupaten Lahat diduga sawah miliknya tercemar limbah b 3 sehingga sawah terjadi kerusakan dan  terancam gagal panen terang ucap " Adi
Masih menurut Adi Poltak saya menggarap sawah miliknya sudah puluhan tahun dan baru kali ini akunya sawah miliknya tercemar air limbah b3 hitam pekat batubara 

Saya mewakili warga pemilik sawah kami berharap pihak PT.KALOG untuk bertanggung jawab, dampak dari limbah yang menggenangi sawah sehingga terancam gagal panen lihat saja padi itu kelihatan kriting "ungkapnya

" Imbuhnya lagi apabila tidak ada respon dari pihak perusahaan PT KALOG kami akan melayangkan surat pengaduan Dinas Lingkungan Hidup Lahat dalam waktu dekat ini terang " Adi

Terpisah saat dikonfirmasi awak media kepala UPT Kalog bernama Adhi dia tidak berada ditempat ketemu salah satu karyawan bernama Rizki ia mengatakan saya tidak bisa memberikan komentar karena bukan kewenangan saya." ujarnya ditemui pada Jum'at (08/01/2021)




Sementara Kepala desa  Muara Lawai  Johan Rapani ditemui wartawan ia mengatakan agar perusahaan tersebut untuk bertanggung jawab untuk dapat memperbaiki serta menormalkan kembali sesuai spek segera memberikan kompensasi terhadap warga yang sawahnya terkena dampak limbah tersebut. 

Sebenarnya kami belum mengetahui dan belum ada laporan dari warga yang tekena dampak limbah tersebut

Sementara  awak media mencoba mengkonfirmasi dengan PT.KAPM  Fahrozi. itu bukan ranah kita, kita hanya mengerjakan double track." ucapnya 


Laporan:(Frengki.As)
Tim/      : Tim/ Mata Jari
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • LIMBAH B3 BATUBARA MILIK PT.KAI DIDUGA CEMARI SAWAH MILIK WARGA DESA TANJUNG JAMBU

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->