Iklan

Usaha Pemotongan Bukit Lahan di Duga Tidak Berizin

Journal News
Sabtu, 05 Desember 2020 | 20.36 WIB Last Updated 2020-12-05T13:37:16Z

BATAM //- Pemotongan bukit lahan PT- Pinang Jaya, sangat meraub keuntungan, lokasi persis arah dibelakang RM Bandoeng Resto, Kel Batu Besar. Kecamatan nongsa, tak jauh dari kantor Mapolda Kepri, yang diduga tidak mengantongi izin Cut & Fill dan amdal dari pihak badan pengusahaan (BP) batam dan pemerintah kota batam.

Dari pantauan oleh awak media dilokasi lahan tersebut, tampak lima(5) unit alat berat jenis beko dan ratusan kendaraan Dumtruck roda enam sedang melakukan aktifitas pekerjaan pemotongan lahan bukit disana.Pada hari selasa (1/12/2020) malam hari.

Sebelumnya, informasi yang dikutif oleh awak media ini, dari pemberitaan beberapa oleh awak media dikota batam, bahwa lahan yang diperkirakan seluas 15hektar” tersebut, adalah lahan milik PT Pinang Jaya yang berkantor di Dermaga Suka Jadi Kec Batam Kota, yang mana saat ini sedang melakukan pekerjaan oleh salah satu kontraktor PT-Ramos disana.

Diketahui sebelumnya juga, menurut keterangan dari salah satu kontraktor Pt Ramos sebagai pemotongan lahan bukit disana, Lambok Siahan, membenarkan hal itu, bahwa lahan milik Pt – Pinang jaya tersebut, benar bahwa itu lahannya memiliki PL, lahan itu juga akan diperuntukan untuk pemukiman komplek perumahan,” Ucapnya.”

Menurutnya, Lambok Siahan juga, bahwa lahan Pt Pinang Jaya disana benar memiliki Pemetakan Lokasi (PL), juga telah mengantongi ijin pemotongan bukit (Cut & Fill) dari pihak BP Batam dan pemerintah kota batam semua ada diserah kan ke PT Ramos.ujarnya,” pada awak media ini.

Namun itu, setelah awak media ini menelusurin informasi dilapangan, dari salah pengawas pegawai badan pengusahaan(BP) Batam, sebelumnya itu mengatakan, bahwa pekerjaan pemotongan lahan bukit yang dilakukan dilahan milik oleh Pt Pinang jaya itu tidak benar, semua mereka rekayasa untuk dikerjakan oleh Pt Ramos tersebut.

"Jadi tidak sesuai lagi aturan perizinan yang di miliki oleh mereka (Pt-Pinang Jaya), bebernya.”
Pasalnya,” modus kegiatan pemotongan tanah bukit tersebut, dilakukan oleh pihak pemilik lahan disana diduga melakukan Usaha Perjual-Beli kan tanah pasir kesetiap tangkahan tempat penyucian pasir, yang berada didaerah Kel-Batu Besar, dengan seharga Rp270.000ribu perlori (diantar kelokasi cucian pasir).

Dan jika diambil kelokasi pengerugkan tanah disana hanya seharga Rp 150.000ribu perlori.
Ironisnya juga, dari keterangan dari salah satu selaku oknum polisi sebagai pelaku usaha penjual tanah pasir disana sebutnya,” ber inisial (Nk).

Mengatakan, kita harus memberikan uang pembayaran tanah dulu bila mau memasuk alat berat beko kelokasi lahan diPt Pinang Jaya itu, saya kemarin sudah membayar sekitar 30jt, itu hanya untuk bayar cuma-cuma saja sama mereka, belum lagi nanti per-trip lori nya itu mereka potong lagi sekitar 20.000 ribu, itu sudah perjanjian mereka sama kita, baru kita bisa bekerja disana, semua itu harus melalui Pt Ramos (Lambok S-red.*) tersebut, ucapnya.”( NK )saat diRM Podomoro” (19/11/2020).


Menurut informasi juga yang didapat oleh awak media ini dilokasi dari salah seorang Supir Lori disana, yang tak mau sebut namanya itu,” mengatakan, bahwa dirinya sudah hampir dua tahun dia melakukan pengangkutan tanah disana, menurutnya, kalau kondisi cuaca lagi bagus dan alat berat jenis bekonya ada 4unit bekerja disana, kemudian orderan lancar, kami supir lori ini Pak” baru bisa dapat bergaji lah, Tapi kalau musim hujan apalagi kalau ada isu RAZIA dari pemerintah kota batam pasti kami tak bisa jalan lah, pak.”jelasnya.”

Lanjutnya, Supir Lori lagi, kalau kita setiap harinya, pak.” bisa lah mendapatkan rata-rata trip lorinya kalau hanya melansir tanah aja ketangkahan penyucian pasir hampir 15rit per-harinya itu pun sudah main dari siang sampai malam, “ea bapak,”! Coba di hitung aja lah, itu lah semua hasil kami seorang supir ini, pak, tuturnya

Sementara itu, kalau setiap harinya selalu ada ratusan lori yang keluar-masuk kelokasi aktifitas pemotongan lahan bukit yang dilakukan oleh Pt Pinang jaya itu,!”
Kemudian menurut keterangan dari salah satu warga kel – batu besar.


Laporan : Asriadi
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Usaha Pemotongan Bukit Lahan di Duga Tidak Berizin

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->