Iklan

Tudingan Berita Hoax Diskominfo Indramayu, Sat Pol PP : Bukan dibubarkan Paksa

Journal News
Senin, 07 Desember 2020 | 17.32 WIB Last Updated 2020-12-07T10:58:13Z

INDRAMAYU //- Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Indramayu berikan tanggapan terkait tudingan berita hoax yang diarahkan kepada Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) oleh salah satu Owner cafe di kecamatan Sindang.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Kamsari mengakui ada kekeliruan dalam isi berita yang telah dimuat oleh Diskominfo dan beberapa media lainnya, ia mengatakan bahwa yang dilakukan oleh anggota Sat Pol PP saat itu adalah himbauan lisan, bukan pembubaran.

Baca Juga:

"Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi dalam berita yang sudah dimuat di situs Diskominfo serta media lainnya yaitu, kegiatan tersebut dilakukan bukan tanggal 5 Desember 2020 melainkan tanggal 4 Desember 2020, lalu bukan pembubaran secara paksa tetapi cenderung ke himbauan, dan jika dilihat dari foto, jumlah pengunjung cafe tersebut tidak mencapai ratusan, paling hanya puluhan," jelas Kamsari.

Kamsari juga mengatakan bahwa pihaknya bukan tidak adil dalam melakukan himbauan, akan tetapi pada malam itu memang anggota Sat Pol PP melakukan giat satu jalur.

"Malam Sabtu itu, giat pendisiplinan protokol kesehatan covid-19 yang fokusnya lebih kepada toko modern di wilayah kota, hanya saja arahnya satu jalur dari Sindang ke Terusan, kebetulan saat melewati ditemukan cafe di Sindang yang masih beroperasional, padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih. Sehingga oleh anggota dihimbau dengan cara menegur lisan terkait jam operasional dan bagi pengunjung dan pemilik tetap harus patuhi protokol kesehatan covid-19," tuturnya.

"Jadi bukan pilih kasih, tapi hanya kebetulan saja tim melewati cafe yang masih buka searah dengan titik lokasi toko modern dimana akan dilakukan pendisiplinan protokol kesehatan covid-19, yakni toko modern di terusan terus lalu kearah kota," lanjutnya.

Terpisah, Eka Mardiana Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Indramayu menyayangkan atas kejadian tersebut, kominfo dan media siber yang ikut menaikkan berita seharusnya memverifikasi dan memuat keberimbangan berita sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Dewan Pers beserta komunitas pers.

"Pada prinsipnya, setiap berita harus melalui verifikasi, Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan, Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima." Katanya.

"Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu, terkait Pencabutan berita, wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik." Tegas Eka.

Sementara itu, pihak Diskominfo Indramayu ketika dikonfirmasi, tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.(NR) 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tudingan Berita Hoax Diskominfo Indramayu, Sat Pol PP : Bukan dibubarkan Paksa

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->