Iklan

Sherly Qirana:Akhirnya Pulang Dari Rumah Sakit

Journal News
Kamis, 31 Desember 2020 | 18.24 WIB Last Updated 2020-12-31T12:11:39Z

LAMPUNG UTARA.JN//- Sherly Qirana anak berusia 3, tahun korban penolakan RSD Mayjend HM Ryacudu sudah pulang dari salah satu Rs Swasta Handayani Kotabumi Lampung Utara.' kamis 31.12.2020

Menurut ibunda sherly ,Sri Wahyuni "semua yang di katakan oleh Plt Dinas kesehatan bohong, anak saya sherly tidak di tangani apalagi mau di priksa, apalagi ada hasil DIANOKSA nya keluar dari mana hasil tersebut sedangkan sherly jangan kan di priksa di pegang aja tidak ,ujar nya 0ada hari kamis tanggal 31.13.2020. jam 16.35 Wib.

Tambah Sri "Maka saya bawa anak saya, ke Rs swasta Handayani yang ada di kabupaten lampung utara, setiba di Rs handayani langsung di ambil tindakan ujar bu Sri ibu pasien .
"Tambah sarnubi ayah dari pasien penolakan "sherly dinyatakan sehat setelah di rawat 1 hari satu malam di RS Handayani dan boleh pulang pada jam 11.56 wib pada hari ini.

"Sudah dikoordinasi IGD dan dokter piket bahwa pasien dilihat dengan diagnosa diare hampir dehirdrsi jadi segera disarankan untuk ke rumah sakit lain untuk menangani cepat, karena Rumah Sakit Ryacudu dokter spesialis anak cuma hari Selasa dan Kamis jadi pasien dilihat dan diperiksa dulu sama dokter piket.
"ini penjelasan Rumah Sakit Umum kata PLT dinas Kesehatan dokter maya manan melaui via whatsapp. Sekali lagi Semua itu bohong Ucap Sarnubi orang tua dari pasien penolakan tersebut.


Selain dengan adanya kejadian tersebut
Rupanya kejadian penolakan tersebut bukan hanya di alami sherly, menurut dari akun feceebox yang bernama fitri Putri unidaa(uni) "Iya benar waktu tanggal 10 kemarin anak tetangga saya masuk rumah sakit umum terus ditolak dengan alasan ruang anak ditutup dokternya nggak ada dan akhirnya tetangga saya meninggal dunia.




Sedangkan Pasal 32 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan tegas menyatakan bahwa, fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka. Kewajiban memberikan pertolongan kepada pasien ini juga berlaku bagi tenaga kesehatan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 59 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Pimpinan rumah sakit atau tenaga kesehatan yang menolak pasien dalam keadaan darurat bisa dipidana dan dikenakan denda sebagaimana diatur dalam Pasal 190 UU Kesehatan. (BAMBANG.JN)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sherly Qirana:Akhirnya Pulang Dari Rumah Sakit

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->