Iklan

Agustinus Nahak: Jangan Berangan-angan dalam mimpi tapi lakukanlah yang nyata

Journal News
Senin, 07 Desember 2020 | 14.27 WIB Last Updated 2020-12-07T07:27:21Z

Journalnews //- Setiap orang tentu punya keinginan. Mereka berharap keinginan terkabul.

Sayangnya, terkadang ada orang yang menyindir mereka yang berangan-angan tinggi. Alhasil, mereka tidak berani mewujudkan mimpinya. 

Bagaimana memandang orang yang berangan-angan?

Kita  tidak dilarang orang berangan-angan. Asalkan, angan-angan tersebut untuk kebaikan.


"Ketika kalian berangan-angan, perbanyaklah… karena sejatinya dia sedang meminta kepada Tuhan."

"Ini berlaku bagi orang yang berangan-angan sesuatu yang mubah, terkait perkara dunia atau akhiratnya, agar dia jadikan tempat bergantungnya kembali kepada Tuhan, meskipun angan-angannya sangat besar. 

Salah satu bentuk angan-angan baik yaitu berharap bisa berbuat kebaikan. 

"Tidak boleh ada iri kecuali untuk 2 orang, orang yang diberi harta oleh Tuhan, lalu dia gunakan harta itu untuk kebaikan. Yang kedua, orang yang diberi ilmu oleh Tuhan, lalu dia memutuskan perkara berdasarkan ilmunya dan dia mengamalkannya dalam kebaikan".

Penulis adalah Ketua HAMI Bali Bersatu dan FBN DPW Bali

Laporan: Jalal
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Agustinus Nahak: Jangan Berangan-angan dalam mimpi tapi lakukanlah yang nyata

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->