Iklan

Musrembang Jabar Soroti 5 Isu Strategis, Diikuti Wabup Subang

Journal News
Senin, 30 November 2020 | 22.24 WIB Last Updated 2020-11-30T15:24:58Z

SUBANG //- Memasuki tahun ke dua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023, Pemprov Jabar melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD, pada Senin (30/11/20).

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Subang -Agus Masykur Rosyadi, didampingi Plt. Asda III -Tatang Supriyatna, Plt. Kepala BP4D -Ahmad Sobari dan sekretaris DPMP Subang -Enjat, melalui Video Conference Zoom Meeting dari Ruang Segitiga Rumah Dinas Bupati Subang.

Musrenbang perubahan digelar guna mendapat masukan untuk menetapkan kebijakan pembangunan jangka menengah selaras dengan perkembangan keadaan dan penyesuaian terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, dilanjutkan dengan menetapkan pedoman untuk penyusunan RPJMD dan RKPD kabupaten/kota se-Jawa Barat, menetapkan pedoman untuk penyusunan perubahan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sampai dengan akhir periode RPJMD, dan  mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan terpadu antara perencanaan pembangunan nasional provinsi kabupaten/kota serta Provinsi yang berbatasan.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan terjadinya Perubahan RPJMD tersebut tidak mengubah visi dan misi Pemprov Jabar yaitu “Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”.

"Salah satu alasan dilakukannya Perubahan RPJMD Prov. Jabar Tahun 2018-2023 ialah terjadinya pandemi COVID-19 yang memberikan dampak sangat besar terhadap kinerja penyelenggaraan pemda baik dalam skala makro maupun mikro (sektoral)," ungkap Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil)

Menurutnya, pandemi COVID-19 memang tak hanya melanda sektor kesehatan, ia kini telah berdampak terhadap sektor sosial dan ekonomi Jabar. Tak dapat dipungkiri, angka penduduk miskin dan pengangguran bertambah. 

"Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III Tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -4,08. Pendapatan daerah mengalami penurunan, sedangkan kebutuhan penanganan dampak COVID-19 meningkat. Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jabar pada Tahun 2020 telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran," terangnya. 

Ditambahkannya, "sesuai Permendagri No. 86 Th. 2017, pagi ini Pemprov Jabar menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara virtual dari Command Center Jabar.
Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan harmonisasi dan sinkronisasi RPJM antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat".

Ia menyoroti lima isu strategis RPJMD Jabar, yaitu: 
1). Kualitas nilai kehidupan dan daya saing sumber daya manusia; 2). Kemiskinan, pengangguran dan masalah sosial; 3). Pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan; 4). Produktivitas dan daya saing ekonomi yang berkelanjutan; serta 5). Reformasi birokrasi.


Lebih lanjut Ridwan Kamil berharap, setelah Covid-19 selesai, Provinsi Jabar dapat melakukan reposisi di bidang perekonomian untuk lebih maju karena Jawa Barat harus menjadi provinsi yang paling diminati di Asean sebagai tujuan investasi. Saat ini Jabar menjadi daerah yang diminati investor, karena sumber daya manusia (SDM) Jabar paling produktif yang didukung dengan kesiapan infrastrukturnya.

"Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang sebentar lagi akan segera diresmikan akan menjadi pelabuhan terbesar dan tercanggih di Indonesia yang mampu mendongkrak kemajuan Jawa Barat dan perekeonomian masyarakat," pungkasnya, mencontohkan.



Laporan Aahamzah
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Musrembang Jabar Soroti 5 Isu Strategis, Diikuti Wabup Subang

Trending Now

Kiri kanan

CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->